BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu memperkuat pengendalian pencemaran di kawasan Hulu Sungai Brantas sebagai respons atas temuan mikroplastik dan penurunan kualitas air.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pemeliharaan Lingkungan, dan Pertamanan DLH Kota Batu Reni Widiastuti mengatakan pengendalian difokuskan pada dua sektor utama.
Pertama, menekan sedimentasi melalui konservasi lahan pertanian di kawasan lereng Bumiaji. "Kami menekan erosi agar sedimentasi tidak masuk ke badan air," ujarnya.
BACA JUGA: JTP 3 Bakal Gelar Festival Jepang Tanoshii No Omatsuri
Selain rehabilitasi lahan kritis, pemerintah juga mendorong penggunaan teknik budidaya pertanian yang lebih ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan galiplak atau galengan plastik sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup.
Di sisi lain, DLH memperketat pengelolaan limbah domestik dan komersial. Hotel dan penginapan di sepanjang aliran sungai didorong mengoptimalkan sistem biofilter, sementara pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal terus diperluas.
BACA JUGA: 1.500 Porsi Makan Bergizi Gratis Sambut Siswa Baru
Reni menegaskan perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi faktor terpenting dalam menjaga kualitas sungai. "Kebersihan hulu hingga hilir harus menjadi tanggung jawab bersama," katanya.
Sepanjang tahun ini, DLH juga menjalankan sejumlah program pendukung seperti Kampung ProKlim, susur sungai bersama BPBD, edukasi lingkungan melalui Yayasan Zona Bening, hingga pembangunan IPAL permukiman. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan