MALANG, RADAR BATU – Masyarakat di Malang Raya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama ketika malam hingga pagi hari. Kondisi itu umum dikenal sebagai fenomena bediding.
Fenomena Bediding merupakan hal yang lazim terjadi ketika musim kemarau tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Kabupaten Malang memperkirakan fenomena bediding akan terjadi dalam kurun bulan Juni sampai September 2026 yang merupakan periode musim kemarau.
Baca Juga: Bukan Hanya Kopinya, Menu Hangat di Tempat Ini Cocok Dinikmati Saat Batu Berkabut
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul menjelaskan rata-rata suhu udara saat ini ketika bediding berada dalam kisaran antara 17-18 derajat Celsius dengan perkiraan waktu mulai pukul 03.00 sampai dengan 06.00 WIB.
Ia menambahkan, suhu pada malam hingga dini hari itu lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu udara saat pagi dan siang hari.
"Berdasarkan pengamatan pukul 07.30 WIB rata-rata suhu saat pagi sekitar 22-25 derajat Celsius, kemudian saat siang sekitar pukul 12.00-14.00 WIB suhunya sekitar 27-29 derajat Celsius ketika bediding," ucapnya.
Baca Juga: Badan Mulai Meriang karena Cuaca Tak Menentu? Tiga Penjual Jamu Ini Masih Jadi Andalan Warga Batu
Di Malang Raya, kondisi tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli–Agustus 2026.
Meski bediding merupakan fenomena yang biasa setiap musim kemarau, suhu dingin yang ekstrem bisa memicu atau memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Di antaranya adalah memicu risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), flu dan pilek, nyeri sendi dan rematik, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Baca Juga: Cari Tempat Ngopi dengan Nuansa Jawa Klasik dan View Pegunungan? Spot Ini Bisa Jadi Pilihan
Agar terhindar dari dampak buruk bediding tersebut, masyarakat diimbau melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti memakai pakaian hangat di malam hari, mengonsumsi makanan bergizi dan minuman hangat, banyak minum air putih, dan mengurangi kegiatan di luar rumah di malam hari.
Editor : Aditya Novrian