BATU, RADAR BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengingatkan masyarakat agar tidak salah mengolah daging kurban saat Hari Raya Idul Adha. Sebab, risiko darah tinggi hingga gangguan kesehatan bukan berasal dari daging sapi atau kambing itu sendiri, melainkan dari cara memasak dan penggunaan bumbu berlebihan.
Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti mengatakan, daging merah sebenarnya memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh apabila dikonsumsi secara bijak, terutama pada bagian yang minim lemak. Namun, pola pengolahan yang salah justru dapat memicu berbagai penyakit kronis.
Santan dan Kecap Berlebih Jadi Pemicu Hipertensi
Menurut Yuni, kesalahan paling umum saat mengolah daging kurban adalah penggunaan santan pekat, kecap, hingga saus instan dalam jumlah berlebihan. Padahal, bahan tambahan tersebut mengandung kadar natrium dan lemak cukup tinggi.
Baca Juga: Mulai Bakaran hingga Staycation, Ini Rekomendasi Ide Long Weekend Idul Adha 2026
“Kecap itu sebenarnya tinggi natrium, dan natrium yang tinggi itu tidak bagus untuk tekanan darah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menu khas Idul Adha seperti gulai, tongseng, hingga semur memang menggugah selera. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kombinasi santan dan bumbu tinggi garam dapat meningkatkan risiko hipertensi serta gangguan kardiovaskular.
Yuni menegaskan, daging sapi maupun kambing tidak secara langsung menyebabkan lonjakan tekanan darah atau kolesterol jahat. Faktor utama justru berasal dari kondimen tambahan selama proses memasak.
“Kombinasi santan, kecap, dan saus instan inilah yang memicu tekanan darah tinggi hingga gangguan kardiovaskular,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Hanya Sate dan Gulai, Kuliner Daging di Kota Batu Ini Cocok Jadi Pilihan Saat Idul Adha
Cara Memasak Daging yang Lebih Aman untuk Kesehatan
Dinkes Kota Batu menyarankan masyarakat memilih metode memasak yang lebih sehat agar kandungan gizi daging tetap terjaga tanpa meningkatkan risiko penyakit.
“Cara paling aman ada tiga, yakni direbus, dikukus, dan dipanggang,” kata Yuni.
Metode merebus dinilai efektif untuk melunakkan daging tanpa tambahan kalori berlebih. Sementara teknik kukus membantu menjaga kandungan nutrisi alami pada daging merah.
Selain itu, memanggang daging menggunakan teflon dengan sedikit minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa juga dianggap lebih aman dibandingkan penggunaan minyak berlebihan.
Daging Gosong Bisa Picu Risiko Kanker
Bagi masyarakat yang gemar menyantap sate atau daging bakar saat Idul Adha, Yuni juga memberikan perhatian khusus terkait proses pembakaran.
Baca Juga: Quality Time Bareng Keluarga Saat Idul Adha, Cobain Tempat Makan Favorit di Batu Ini
Menurutnya, membakar daging tetap diperbolehkan selama tidak dilakukan secara berlebihan hingga menyebabkan bagian daging menjadi hitam atau gosong.
“Dibakar boleh, tapi tidak boleh sampai gosong. Bagian yang hitam atau gosong itu mengandung zat karsinogenik yang bisa memicu kanker,” tegasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengolah dan mengonsumsi daging kurban agar momen Idul Adha tetap sehat tanpa memicu gangguan kesehatan di kemudian hari.
Editor : Aditya Novrian