Radar Batu – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dihadirkan oleh pemerintah tidak hanya sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga sebagai pondasi transformasi kesehatan nasional.
Upaya ini dilakukan guna mendeteksi dini penyakit kronis agar keberlanjutan keuangan BPJS Kesehatan tetap terjaga serta sebagai upaya menekan angka kematian akibat penyakit tersebut, seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Pembiayaan BPJS Kesehatan selama ini didominasi oleh penyakit katastropik, karena itu program CKG tidak hanya berhenti di tahap pemeriksaan, namun juga pada tahap lanjutan yang lebih disiplin dan terstruktur. Jika dibiarkan, maka jumlah kasus akan terus meningkat dan membebani sistem jaminan kesehatan.
Menurut Budi Gunadi, tindak lanjut CKG masih sekitar 8 persen. Kementrian Kesehatan juga berupaya memperkuat mekanisme pengawasan agar masyarakat yang terdeteksi benar-benar menjalani pengobatan sesuai prosedur.
Tujuan adanya CKG juga sebagai bentuk upaya penekanan angka pengeluaran yang fantastis yakni meningkat Rp81,8 triliun dari 2019 – 2025. Lonjakan biaya tersebut dipicu oleh pengobatan penyakit kronis yang memiliki biaya tinggi.
Penyakit jantung naik dari Rp10,28 triliun menjadi Rp17,35 triliun. Gagal ginjal melonjak paling tajam, dari Rp2,32 triliun menjadi Rp13,38 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa JKN masih menangani penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.
Penulis: Salma Ayu Aisyah
Sumber: https://www.jawapos.com/nasional/017185455/program-cek-kesehatan-gratis-jadi-strategi-preventif-perkuat-bpjs-kesehatan
Editor : Fajar Andre Setiawan