KOTA BATU - Ada 249 kasus Tuberkulosis (TBC) baru yang dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu sepanjang semester satu tahun ini. Terdiri atas 242 TBC sensitif obat dan 7 TBC resisten obat.
Jumlah temuan kasus tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan. Pasalnya, Dinkes memprediksi ada 814 kasus TBC baru. Artinya capaian temuan kasusnya sebesar 30,5 persen dari prediksi yang ada.
Kasus TBC baru yang tercatat juga sama persis dengan jumlah temuan di periode yang sama pada 2024 lalu. Total ada 555 kasus TBC yang tercatat sepanjang tahun lalu. Paling banyak berasal dari Kecamatan Batu.
“Temuan kasus TBC menunjukkan tingkat kewaspadaan dan kesadaran masyarakat untuk berobat cukup baik,” terang dr. Susana Indahwati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu.
Dia menyebut sejauh ini skrining kesehatan sudah dilakukan secara masif. Terutama melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Layanannya dibuka setiap hari di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Masyarakat bisa mendapat fasilitas general check up gratis. Kendati begitu, Susan menegaskan data temuan TBC tidak selalu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Sebab, dia menilai masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk melakukan pengobatan.
"Sulitnya mendeteksi TBC salah satunya karena stigma negatif yang ada di masyarakat mengenai penyakit ini," jelasnya. Itulah mengapa sosialisasi masif dilakukan. Tujuannya agar kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terkait TBC terus meningkat.
Sehingga, penderita bisa tertangani segera dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Susan menegaskan TBC bukan penyakit turunan dan bukan penyakit kutukan. "TBC bisa menyerang siapa saja tapi itu bisa disembuhkan," tegas Susan.
Dia menambahkan perlindungan melalui vaksin Boston Consulting Group (BCG) bisa dilakukan sampai usia 5 tahun. Jika lebih dari itu, sepenuhnya berasal dari daya tahan tubuh secara umum. "Serta tindakan universal precautions," tutupnya. (nj5/dre)
Editor : A. Nugroho