BATU - Masyarakat perlu waspada dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Khususnya untuk mengecek tekanan dan kadar gula darah. Itu sekaligus perlu dilakukan anak-anak.
Mengingat diabetes pada anak masih mengancam. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Aditya Prasaja mengatakan usia bukan patokan. Sebab, beberapa anak muda juga rawan terserang.
“Tahun lalu, ada 50 anak yang menderita diabetes melitus,” ujarnya.
Kepala bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan tahun lalu ada dua anak yang didiagnosis diabetes dan 48 anak lainnya prediabetes. Semuanya berusia di bawah 15 tahun.
“Yang membedakan keduanya adalah hasil cek kadar gula darah saat skrining,” jelasnya.
Anak yang telah didiagnosis prediabetes memiliki kadar gula darah 140 - <200 mg/dl. Sementara anak yang terdiagnosis diabetes memiliki kadar gula darah >200 mg/dl.
Susan mengatakan ada dua jenis diabetes pada anak. Yakni diabetes tipe satu yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan sel-sel penghasil insulin di pankreas dan diabetes tipe dua yang membuat tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Sehingga, pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup.
Namun, penyebabnya juga bisa karena faktor genetik atau pengaruh obat-obatan. Untuk itu, Susan menegaskan pentingnya skrining kesehatan sejak dini. Terlebih jika sudah muncul gejala.
Dengan begitu penyakit yang diderita bisa segera tertangani dengan tepat. Diabetes dapat dicegah secara mandiri. Seperti mengatur pola makan, berolahraga, menjaga berat badan, dan tidak stres.
“Termasuk berhenti merokok,” tandas dia.
(ori/dre)
Editor : A. Nugroho