RADAR BATU - Teh bukan sekadar minuman, ia sering kali menjadi bagian dari bagian dari ketenangan, terutama bagi mereka yang ingin meredakan stres.
Namun, lemon balm tea menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar efek menenangkan.
Dikenal sebagai tanaman dengan aroma segar menyerupai lemon, lemon balm (Melissa officinalis) memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sering kali terabaikan.
Selain membantu mengurangi kecemasan, lemon balm kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.
Senyawa ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat penuaan dan penyakit, termasuk gangguan pada kulit serta pembuluh darah.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa ekstrak lemon balm dapat mengurangi glycation-associated damage, suatu proses yang erat kaitannya dengan penuaan serta berbagai penyakit degeneratif.
Bagi mereka yang sering mengalami insomnia, lemon balm hadir sebagai solusi alami yang mendukung kualitas tidur.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin herbal ini dapat membantu mengurangi gangguan tidur, terutama bagi wanita yang mengalami masalah tidur selama menopause.
Bahkan, bagi penderita angina stabil kronis, lemon balm diketahui dapat menekan stres, kecemasan, dan gangguan tidur ketika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.
Tak hanya soal tidur, manfaat lemon balm juga terasa bagi perempuan yang menghadapi nyeri haid.
Sifat antispasmodik yang dimilikinya membantu mengendurkan otot-otot di saluran pencernaan, sehingga meredakan kram menstruasi dengan cara yang lebih alami.
Ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghindari obat pereda nyeri berbahan kimia.
Lebih jauh, beberapa studi awal menunjukkan bahwa lemon balm dapat membantu penderita Graves' disease, yaitu suatu kondisi autoimun yang menyebabkan hipertiroidisme akibat produksi hormon tiroid berlebih.
Meskipun hasilnya masih memerlukan penelitian lebih mendalam, ada indikasi bahwa lemon balm memiliki efek anti-tiroid yang dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh. (sai)
Editor : A. Nugroho