Kota Batu- Makanan pedas memang digemari banyak orang karena sensasi panasnya yang menggugah selera.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan pedas bisa menimbulkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan, terutama lambung. Senyawa capsaicin dalam cabai yang menjadi penyebab rasa pedas dapat mengiritasi lapisan lambung jika masuk dalam jumlah berlebih.
Siapa pun bisa terdampak, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung seperti maag, gastritis, atau refluks asam lambung. Konsumen makanan pedas yang tidak disertai pola makan teratur juga lebih rentan mengalami iritasi lambung.
Remaja dan dewasa muda yang gemar makan pedas instan, serta pekerja dengan jadwal makan tak menentu, termasuk kelompok berisiko.
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Makanan Tinggi Garam dan Cara Menguranginya
Efek paling terasa muncul di saluran pencernaan bagian atas, khususnya lambung. Makanan pedas memicu peningkatan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan rasa perih, nyeri ulu hati, kembung, mual, dan sensasi panas di dada.
Dalam jangka panjang, konsumsi berlebihan dapat memicu peradangan kronis atau bahkan luka pada dinding lambung.
Gejala bisa timbul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah makan pedas. Jika lambung dalam keadaan kosong atau sudah sensitif sebelumnya, reaksi bisa muncul lebih cepat. Ketika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, gangguan bisa berkembang menjadi lebih serius.
Capsaicin merangsang sel-sel lambung untuk memproduksi lebih banyak asam. Asam yang berlebihan akan memperbesar tekanan pada dinding lambung.
Baca Juga: Jangan Remehkan Sunscreen! Ini Bahaya Mengabaikan Tabir Surya untuk Kesehatan Kulit
Jika tidak diimbangi dengan asupan makanan pelindung seperti serat atau makanan alkali, iritasi mudah terjadi. Akibatnya, dinding lambung bisa luka atau mengalami inflamasi.
Kendalikan jumlah konsumsi cabai atau sambal dalam makanan. Hindari makan pedas saat perut kosong, dan imbangi dengan makanan berserat seperti sayur atau buah.
Perbanyak minum air putih, hindari gorengan dan makanan asam, serta biasakan makan teratur. Jika muncul gejala berulang, sebaiknya konsultasi ke dokter.
Mengatur konsumsi makanan pedas bukan berarti harus berhenti total. Nikmati secukupnya, dan tetap jaga kesehatan lambung Anda. (afh)
Editor : A. Nugroho