Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pengaruh Metode Memasak terhadap Kandungan Gizi: Mana yang Paling Sehat?

A. Nugroho • Selasa, 29 April 2025 | 20:00 WIB

Ilustrasi. Cara penngolahan makanan yang harus dipertimbangkan karena memberikann dampak pada kandungan gizinya. (freepik.com)
Ilustrasi. Cara penngolahan makanan yang harus dipertimbangkan karena memberikann dampak pada kandungan gizinya. (freepik.com)

Setiap jenis makanan memiliki kandungan zat gizi yang berbeda, dan kondisi makanan seperti kesegaran juga memengaruhi kadar nutrisinya.

Misalnya, sayur dan buah segar mengandung lebih banyak vitamin dibandingkan yang sudah layu.

Selain itu, cara memasak juga berperan besar dalam mempertahankan atau justru mengurangi nilai gizi makanan.

Baca Juga: Kulit Sensitif karena Micellar Water? Ini Alternatif Alami untuk Membersihkan Make-Up Anda

Memasak merupakan tahap penting dalam pengolahan makanan yang dapat memengaruhi kandungan gizi yang dikonsumsi.

Berbagai metode memasak memiliki dampak berbeda terhadap nutrisi dalam bahan makanan.

Oleh karena itu, penting untuk memilih cara memasak yang tepat agar asupan gizi tetap optimal.

Baca Juga: Tips Menarik untuk Rumah Pertama Milenial: Cara Pilih Alat Elektronik Hemat Energi Dijamin Tekan Tagihan LIstrik

Berikut penjelasan cara pengolahan makanan serta pengaruhya terhadap kandungan gizi makanan :

1. Menggoreng 

Metode ini populer karena mudah dan membuat makanan lebih lezat.

Namun, menggoreng dengan minyak panas dalam waktu lama dapat menghasilkan zat beracun aldehida yang berisiko meningkatkan kanker dan penyakit lain.

Selain itu, menggoreng meningkatkan kandungan lemak makanan, sehingga kurang cocok untuk penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

Agar makanan yang digoreng lebih sehat maka gunakan minyak sehat, api sedang, dan waktu memasak singkat. 

Baca Juga: Anti Salah Pilih, Tips Rahasia Belanja Thrift!

2. Membakar 

Memasak dengan cara dibakar bisa dilakukan asal tidak berlebihan.

Suhu tinggi saat membakar dapat menghasilkan senyawa amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon poliaromatik (PAH), keduanya berpotensi sebagai karsinogen.

Oleh karena itu, hindari membakar makanan sampai gosong dan batasi frekuensi memasak dengan cara ini.

Baca Juga: Tepat 10 Hari Tayang, Film Pengepungan di Bukit Duri Tembus 1 juta Penonton

3. Memanggang 

Memanggang memberikan rasa khas dan dianggap lebih baik daripada menggoreng karena tidak memerlukan tambahan minyak.

Namun, sekitar 40% vitamin B dan mineral dalam daging panggang bisa hilang, dan risiko paparan PAH juga ada.

Meski demikian, memanggang tetap merupakan pilihan yang relatif sehat jika dilakukan dengan benar. 

Baca Juga: Tepat 10 Hari Tayang, Film Pengepungan di Bukit Duri Tembus 1 juta Penonton

4. Menggunakan Microwave 

Memasak dengan microwave menggunakan gelombang mikro yang memasak makanan secara cepat, sehingga nutrisi lebih terjaga.

Namun, perlu diperhatikan penggunaan wadah yang aman, terutama hindari plastik yang tidak khusus untuk microwave. 

Baca Juga: Rumah Mati Lampu, HP Lowbatt? Coba Tiga Kegiatan yang Bisa Dilakukan Ketika Mati Lampu

5. Menumis 

Menumis menggunakan sedikit minyak dan waktu singkat, sehingga termasuk metode sehat.

Menumis dapat meningkatkan penyerapan vitamin larut lemak dan antioksidan.

Penggunaan minyak sehat seperti minyak zaitun dianjurkan untuk menghindari peningkatan kolesterol.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Ini 3 Alasan Centella Asiatica Jadi Favorit di Dunia Skincare

6. Merebus

Merebus lebih sehat dibanding menggoreng karena tidak memerlukan minyak, namun memasak terlalu lama dan dengan air mendidih dapat menghilangkan vitamin C dan B kompleks yang larut dalam air.

Sayuran yang direbus lama bisa kehilangan hingga 50% vitamin C-nya.

Oleh karena itu, waktu memasak harus diperhatikan agar nutrisi tetap terjaga. 

Baca Juga: Kebersihan Tangan: Langkah Kecil yang Mencegah Penyakit Besar

7. Mengukus 

Metode mengukus adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga nutrisi, termasuk vitamin yang larut dalam air dan sensitif terhadap panas.

Mengukus mempertahankan warna, tekstur, dan rasa makanan lebih baik daripada merebus.

Sayuran yang dikukus sebaiknya masih tampak segar dan renyah.

Baca Juga: Jangan Tunggu Tua! Ini 3 Cara Mencegah Pengapuran Tulang Sejak Dini

Hindari memotong bahan terlalu kecil atau terlalu awal sebelum dimasak untuk mengurangi kerusakan nutrisi akibat paparan panas, cahaya, dan oksigen. 

Dari berbagai teknik memasak, mengukus dan menumis dengan minyak sehat merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menjaga kandungan gizi makanan.

Merebus juga sehat jika dilakukan dengan benar, yaitu menggunakan sedikit air dan waktu singkat.

Sebaliknya, menggoreng dan membakar dengan suhu tinggi dan waktu lama berpotensi merusak nutrisi dan menimbulkan zat berbahaya, sehingga perlu dibatasi.(NR)

Editor : A. Nugroho
#menggoreng #makanan #membakar #karsinogen #gizi