Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Cara Mengimbanginya dengan Gerakan Ringan

Aditya Novrian • Rabu, 23 April 2025 | 23:10 WIB
Ilustrasi Oarang Sedang Duduk (sumber foto: freepik)
Ilustrasi Oarang Sedang Duduk (sumber foto: freepik)

Kota Batu- Di tengah gaya hidup modern yang serba digital, duduk terlalu lama menjadi kebiasaan yang umum.

Pekerja kantoran, pelajar, hingga pengguna gadget menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar. Sayangnya, kebiasaan ini bisa membawa dampak serius bagi kesehatan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), duduk dalam waktu lama tanpa diselingi gerakan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, gangguan jantung, dan bahkan kanker tertentu.

Hal ini terjadi karena tubuh menjadi kurang aktif, sirkulasi darah melambat, dan pembakaran kalori berkurang drastis.

Baca Juga: Dari Kesehatan Tubuh hingga Kulit, Ini Manfaat Alpukat yang Kamu Harus Tahu

Duduk terlalu lama juga menyebabkan postur tubuh memburuk. Posisi duduk yang tidak ergonomis bisa menimbulkan nyeri punggung, leher kaku, hingga gangguan pada tulang belakang. Tak hanya itu, metabolisme tubuh pun melambat, menyebabkan lemak menumpuk lebih cepat dan daya tahan tubuh menurun.

Namun, efek negatif tersebut dapat dikurangi dengan kebiasaan sederhana: menyisipkan gerakan ringan di sela aktivitas duduk.

Berdiri setiap 30 hingga 60 menit dan melakukan peregangan bisa sangat membantu. Misalnya, berdiri dari kursi, berjalan selama 2–5 menit, atau sekadar menggerakkan leher dan bahu secara perlahan.

Di lingkungan kerja, gunakan kesempatan untuk berjalan saat menerima telepon, isi ulang air minum, atau naik-turun tangga daripada menggunakan lift. Bahkan melakukan gerakan duduk-berdiri di tempat sebanyak 10 kali bisa membantu mengaktifkan otot-otot tubuh bagian bawah.

Baca Juga: Suka Makan Olahan Bertepung? Hati-Hati, Ini Bahaya Kalau Berlebihan Mengonsumsinya!

Peregangan tangan dan kaki di meja kerja juga bisa menjaga kelenturan otot dan mengurangi ketegangan. Jika memungkinkan, penggunaan meja kerja berdiri (standing desk) menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi waktu duduk tanpa mengganggu produktivitas.

Intinya, yang dibutuhkan bukan olahraga berat, tetapi konsistensi untuk tetap bergerak secara berkala. Tubuh manusia dirancang untuk aktif, dan terlalu lama diam dapat mengganggu fungsi alaminya.

Mengimbangi waktu duduk dengan gerakan ringan merupakan langkah mudah namun berdampak besar untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Dengan kesadaran dan kebiasaan kecil yang terus dilakukan, risiko akibat duduk berlebihan dapat ditekan. Jadikan gerakan sebagai bagian dari gaya hidup, dan tubuh akan memberi balasan dalam bentuk energi, fokus, dan daya tahan yang lebih baik. (afh)

Editor : Aditya Novrian
#duduk #lama #bahaya #kota batu #kesehatan #terlalu