ERA modern yang serba praktis, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki atau "nyeker" mungkin terlihat ketinggalan zaman.
Namun siapa sangka, tradisi sederhana yang sering dilakukan orang tua kita dulu ini ternyata menyimpan manfaat kesehatan yang luar biasa?
Dari meningkatkan sirkulasi darah hingga mengurangi risiko penyakit jantung, nyeker ternyata lebih dari sekadar kebiasaan nostalgia.
Berjalan nyeker memungkinkan kaki bersentuhan langsung dengan permukaan tanah, menciptakan efek "grounding" atau "earthing".
Proses alami ini membantu tubuh menyerap ion negatif dari bumi yang berfungsi sebagai antioksidan alami.
Sebuah penelitian dalam Journal of Inflammation Research membuktikan bahwa grounding dapat mengurangi peradangan dalam tubuh dengan menetralkan radikal bebas.
Tak heran jika banyak orang merasakan efek relaksasi dan pengurangan nyeri setelah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput pagi yang masih basah oleh embun.
Pagi hari menjadi momen ideal untuk mempraktikkan kebiasaan ini.
Saat udara masih segar dan sinar matahari pagi mulai menyapa, berjalanlah selama 15-30 menit di permukaan yang aman seperti halaman berumput atau jalan setapak.
Penelitian menunjukkan bahwa rutinitas ini bisa meningkatkan kualitas tidur malam hari karena membantu menormalkan ritme sirkadian tubuh.
Meski bermanfaat, keamanan tetap menjadi prioritas.
Pilih permukaan yang bersih dan aman seperti rumput di taman, pasir pantai, atau lantai kayu di rumah.
Hindari permukaan yang mungkin mengandung benda tajam atau kotoran hewan.
Bagi pemula, bisa memulai dengan berlatih di dalam rumah terlebih dahulu sebelum mencoba di luar ruangan.
Mekanisme sederhana ini ternyata berdampak besar pada kesehatan kardiovaskular.
Saat berjalan tanpa alas kaki, elektron dari bumi membantu mengurangi kekentalan darah, faktor utama penyebab penyakit jantung.
Studi dalam Journal of Environmental and Public Health menemukan bahwa grounding secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Tanpa bantuan sepatu, kaki dipaksa bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan tubuh.
Hal ini melatih otot-otot kecil di kaki dan pergelangan kaki yang sering terabaikan.
The Foundation for Health in Aging bahkan merekomendasikan terapi berjalan di atas batu untuk lansia guna meningkatkan keseimbangan dan mencegah risiko jatuh.
Meski terlihat sederhana, nyeker adalah bentuk interaksi paling alami antara manusia dengan bumi.
Di balik kesederhanaannya, tersimpan manfaat kesehatan yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Jadi, tak ada salahnya sesekali melepas sepatu dan merasakan hangatnya bumi menyentuh telapak kaki kita.
Setelah sekian lama terpisah oleh lapisan karet dan kulit, mungkin inilah saatnya kita kembali menyatu dengan alam dalam bentuk yang paling mendasar, selangkah demi selangkah, tanpa alas. (sai)
Editor : A. Nugroho