Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Diet Karnivora: Benarkah Sehat untuk Tubuh dalam Jangka Panjang

A. Nugroho • Jumat, 11 April 2025 | 01:30 WIB
Ilustrasi daging sebagai bahan makanan diet karnovira (pch.freepik)
Ilustrasi daging sebagai bahan makanan diet karnovira (pch.freepik)

BELAKANGAN ini, diet karnivora yang hanya mengonsumsi produk hewani seperti daging, telur, dan susu semakin populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat.

Pola makan ekstrem ini diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat, meningkatkan metabolisme, hingga meredakan gejala penyakit autoimun.

Namun, di balik janji-janjinya yang menggiurkan, banyak ahli gizi yang memperingatkan potensi risiko kesehatan yang mengintai.

Lantas, seberapa amankah mengonsumsi hanya produk hewani dalam jangka panjang? 

Diet karnivora pada dasarnya menghilangkan seluruh asupan nabati, termasuk buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Para pendukungnya meyakini bahwa dengan hanya mengKamulkan daging, ikan, dan produk hewani lainnya, tubuh akan memasuki fase ketosis, suatu kondisi di mana lemak menjadi sumber energi utama pengganti karbohidrat.

Beberapa pelaku diet ini melaporkan penurunan berat badan yang signifikan, peningkatan energi, serta perbaikan gejala penyakit tertentu seperti radang sendi dan gangguan pencernaan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar bukti yang mendukung klaim-klaim tersebut masih bersifat testimoni pribadi, bukan hasil penelitian ilmiah yang komprehensif.

Di sisi lain, diet ini menyimpan berbagai risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.

Kurangnya asupan serat dari sayur dan buah dapat mengganggu kesehatan pencernaan serta merusak keseimbangan mikrobioma usus yang berperan penting dalam sistem imun.

Selain itu, defisiensi vitamin C, magnesium, dan antioksidan berpotensi melemahkan tubuh dalam jangka panjang.

Yang paling mengkhawatirkan adalah dampaknya pada kesehatan jantung, mengingat konsumsi daging merah berlebihan telah lama dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan risiko penyakit kardiovaskular.

Para ahli sepakat bahwa diet karnivora sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu lama tanpa pengawasan medis.

Kekurangan nutrisi esensial dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari osteoporosis hingga gangguan fungsi ginjal.

Belum lagi dampak lingkungan dari pola makan ini, industri daging dikenal sebagai penyumbang besar emisi gas rumah kaca dan deforestasi.

Sampai saat ini, penelitian tentang keamanan diet karnivora jangka panjang masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, bagi yang ingin mencobanya, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi menjadi langkah wajib.

Sebagai alternatif yang lebih aman, pola makan seimbang dengan kombinasi protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta aneka sayur dan buah tetap menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan yang berkelanjutan. (sai)

Editor : A. Nugroho
#karnivora #produk hewan #nabati #disarankan #Waktu Lama #konsumsi #tidak #Hewani #diet