BATU – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada bulan Ramadan mendatang sudah mulai dipersiapkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batu. Rencananya ada Rp500 juta dana BLT yang akan disalurkan untuk sekitar 1.000 penerima, meliputi janda tua, anak yatim atau piatu, dan warga prasejahtera.
“Kebutuhan minimal setiap tahun memang sebesar itu,” kata Abu Sufyan, Kepala Baznas Kota Batu. Namun, ia mengakui penghimpunan ZIS hingga Agustus lalu masih relatif rendah. Sebab, realisasinya baru mencapai Rp 514 juta saja. Bahkan sebagian dana sudah tersalur untuk santunan pada momen keagamaan, penanganan darurat, dan program bedah rumah.
“Karena itu kami harus lebih agresif menghimpun lagi agar alokasi BLT untuk Ramadan nanti terpenuhi tanpa mengorbankan program lain,” ujarnya. Baznas menilai potensi zakat di Kota Batu cukup besar, tetapi masih banyak muzaki yang menyalurkan sumbangan secara personal atau melalui organisasi nonformal.
Menurut Abu, penyaluran melalui Baznas memberi keuntungan distribusi yang lebih terkoordinasi dan menjangkau penerima yang tepat sasaran. Untuk meningkatkan penghimpunan, Baznas Kota Batu mengintensifkan sosialisasi dan memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha.
Strategi yang digencarkan antara lain program zakat payroll untuk ASN dan karyawan swasta, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di titik strategis, serta edukasi tentang manfaat menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Selain BLT Ramadan, dana ZIS juga dialokasikan untuk bantuan pendidikan dan kesehatan.
Sejauh ini Baznas telah menyalurkan bantuan biaya sekolah bagi puluhan siswa kurang mampu dan bantuan pengobatan bagi warga yang membutuhkan. “Kami ingin zakat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan, bukan sekadar bantuan temporer. Kami juga optimistis, dengan upaya penggalangan dan kerjasama yang intensif, target pengumpulan untuk penyaluran Ramadhan dapat tercapai,” pungkas Abu. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho