KEPANJEN - Penanganan titik jalan yang mengalami longsor di Jalan Rajekwesi, Kecamatan Kalipare masih dilakukan kemarin (27/2).
Untuk memulihkan akses jalan, rencananya bakal dilakukan pengeprasan tebing.
Selain itu, akan dibuatkan drainase agar air tak sampai memicu longsor susulan.
Rencana mengepras tebing tersebut diungkapkan Bupati Malang H M. Sanusi saat meninjau ke lokasi bencana kemarin (27/2).
Ia menyebut, pengeprasan tebing dilakukan sekitar dua meter ke arah timur jalan.
“Untuk anggarannya akan diambil dari dana belanja tidak terduga. Karena ini tanggap darurat adanya bencana,” jelas Sanusi.
Terkait dengan berapa total biaya yang dibutuhkan, Sanusi sudah meminta dinas terkait untuk membuat rincian.
Namun dari kalkulasinya sendiri, Sanusi memperkirakan bakal menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Hingga kemarin, terpantau masyarakat dan petugas melakukan pembersihan material longsor.
Sementara penanganan sementara titik yang mengalami longsor ditutup dengan terpal.
Hal itu bertujuan agar air tak masuk ke area longsoran, sehingga tak memperparah longsor.
Di lokasi juga terlihat hanya separuh jalan yang bisa dilewati kendaraan.
Karena itu kendaraan yang melintasi di jalur tersebut diberlakukan buka tutup untuk mengurangi beban jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, tebing yang akan dikepras sepanjang sekitar 40 meter.
Penyebab longsornya pinggir jalan itu tersebut ditengarai akibat air hujan dari bebatuan di atas tebing.
Air itu meluncur ke bawah dan masuk ke tanah.
“Nanti kami juga akan membuat drainase,” tuturnya.
Sehingga air tersebut bisa dialihkan dan tak masuk ke dalam tanah yang bisa berpotensi memicu longsor.
Sebelumnya, beberapa titik jalan juga mengalami longsor di kawasan tersebut.
Namun yang paling berbahaya di lokasi yang mengalami longsor dengan panjang 17 meter Senin (25/2) lalu.
Sementara itu, bencana longsor yang terjadi di jalan penghubung antara Desa Petungsewu dan Kucu di Kecamatan Dau sudah bisa diakses kembali kemarin pagi (27/2).
Penanganan harus melibatkan alat berat karena banyaknya material longsoran yang menutupi jalan sepanjang 10 meter tersebut.
Material longsoran berupa tanah dan tanaman membuat akses jalan terputus sejak Senin (26/2).
Sebelumnya, warga bersama petugas gabungan melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran.
“Lebih kalau 50 orang yang ikut membersihkan jalan yang mengalami longsor,” kata Kapolsek Dau Kompol Edi Hari Adi Kartika. (iza/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana