Prabowo Panggil Bahlil ke Istana Bahas BBM Langka di Bali, Stok Nasional Diklaim Aman 18 Hari

Ali Azhar D • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: (Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: (Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

 Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Bali sampai ke Istana. Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Pemanggilan ini dilakukan setelah antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali mengular hingga sekitar 1 kilometer dan seorang warga jatuh pingsan saat mengantre.

Bahlil tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.45 WIB. Ketika wartawan menanyakan kondisi BBM di Bali, ia menyatakan akan rapat lebih dulu.

"Aku rapat dulu. Setelah rapat selesai, baru saya sampaikan kepada teman-teman media," jawab Bahlil.

Saat kembali ditanya soal situasi di Bali, Bahlil menyebut dirinya masih menunggu laporan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang sedang berada di lokasi.

"Saya rapat dulu ya. Pak Dirut Pertamina dari sana, nanti setelah itu saya akan mendapat laporan Pak Dirut Pertamina. Setelah itu saya sampaikan kepada teman-teman," imbuhnya.

Rapat bersama Presiden sore itu juga dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Seusai rapat, Bahlil memastikan stok BBM nasional masih aman. Ia menilai kelangkaan yang terjadi di Bali dan sejumlah daerah lain disebabkan persoalan distribusi, bukan kekurangan pasokan.

"Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala," kata Bahlil.

Ia menyebut ketahanan BBM nasional saat ini berada di angka 16 hingga 18 hari, masih dalam kategori aman. Bahlil juga menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan naik, sedangkan harga BBM nonsubsidi akan menyesuaikan perkembangan harga minyak dunia.

"Kalau harga menyangkut dengan BBM yang di luar subsidi, itu pasti akan terjadi fluktuatif berdasarkan harga perkembangan dunia," tuturnya.

Terkait antrean di SPBU Bali, Bahlil berencana menggelar rapat lanjutan bersama Pertamina dan memastikan kendala distribusi segera diatasi. Ia menegaskan posisi pemerintah sebagai regulator, sementara pelaksanaan di lapangan berada di tangan BUMN energi tersebut.

"Di Bali, Pak Simon, sudah di sana, Pak Dirut Pertamina, karena kita tahu bahwa pemerintah kan regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina. Saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini dari Bali," ujar Bahlil.

Kelangkaan BBM membuat warga Bali harus berburu bensin hingga berjam-jam. Dilansir detikBali, kondisi tersebut terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Di Kabupaten Badung, antrean berujung insiden di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Selasa (13/10/2026) pagi. Seorang perempuan warga Desa Bongkasa pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre berjam-jam. Korban diduga kelelahan karena kondisi fisiknya kurang fit. Polisi bersama petugas SPBU memberikan pertolongan sebelum korban dibawa dengan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.

Di Klungkung, warga beralih mengantre Pertamax di SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih setelah stok Pertalite kosong. Di Buleleng, warga harus berkeliling ke sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM, dengan antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pertamina segera membenahi pasokan. Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkap salah satu penyebab kelangkaan adalah kendala bongkar muat kapal tanker. Kapal tersebut kesulitan memasang jangkar sehingga bongkar muat yang dijadwalkan pukul 06.30 Wita baru berlangsung pukul 22.00 Wita. Pertamina kini menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk Bali.

Di sela pertemuan di Istana, Bahlil juga menegaskan dirinya tetap merangkap jabatan sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM. Hal itu ia sampaikan ketika awak media menanyakan sosok pengganti dirinya di kursi Menteri ESDM. Bahlil sempat terlihat bingung dengan pertanyaan tersebut.

"Menteri ESDM kenapa?" tanya Bahlil.

Ia kemudian menegaskan masih menjalankan perintah Presiden untuk memegang kedua jabatan.

"Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi," imbuhnya.

Mandat ganda itu diberikan Presiden Prabowo usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Bahlil menyebut jabatan barunya berkaitan langsung dengan agenda Asta Cita di sektor hilirisasi dan transisi energi, sehingga percepatan eksekusi program menjadi fokus utama.

"Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," kata Bahlil, seperti dikutip dari laman Presidenri.go.id, Jumat (2/10/2026).

Kantor Kemenko tersebut untuk sementara tetap berada di Kementerian ESDM karena sebagian besar investasi hilirisasi bertumpu pada sektor energi dan sumber daya mineral.

"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat tahap perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM," ujar Bahlil.

Ia juga menjelaskan Kementerian Investasi dan Hilirisasi tetap berstatus kementerian teknis di bawah koordinasi Kemenko yang ia pimpin.

"Kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia Menteri Teknis. Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko," jelasnya.

Bahlil menegaskan seluruh tugasnya berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres).

"Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres Bapak Presiden karena kita maknai semua kewenangan tentang ketatanegaraan itu oleh Bapak Presiden, dan dilimpahkan para pembantu-pembantunya dan sebagai pembantu Presiden yang baik akan taat, tunduk pada apa yang diperintahkan dan apa yang ada dalam Keppres tersebut," kata Bahlil.

Editor : Aditya N. Rian
kelangkaan bbm Bahlil Lahadahlia BBM Langka di Bali