BATU, RADAR BATU – Sepinya aktivitas di Rest Area Jalibar, Jalan Langsep, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, mulai memukul penghasilan pedagang dan petugas parkir. Sejumlah pedagang bahkan memilih berhenti berjualan. Petugas keamanan pun beralih mencari pekerjaan lain.
Garno, salah seorang pedagang mengatakan penurunan pengunjung mulai terasa sejak Agustus.
Sebelumnya, omzet kotor pada akhir pekan bisa mencapai Rp 1 juta sehari. Kini, Sabtu dan Minggu hanya berkisar Rp 300-400 ribu saja. “Jauh dari cukup untuk menutup modal dan biaya operasional harian,” katanya.
Padahal, setiap bulan Garno harus membayar sewa tempat Rp 150 ribu. Ditambah biaya air Rp 20-30 ribu sesuai pemakaian serta retribusi sampah Rp 20 ribu. Kondisi tersebut semakin berat karena harga sejumlah barang dagangan terus naik. Garno menyebut harga minuman, misalnya, dapat mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 dalam sepekan.
Baca Juga: Rest Area di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji Ditutup Sementara
Agar modal tetap berputar, dia kini tidak lagi membeli stok dalam jumlah besar. Belanja dilakukan dua hingga tiga kali sehari sesuai kebutuhan. Variasi dagangan juga diperbanyak. “Saya jual macam-macam, seperti minuman, camilan, bakso, hingga nasi goreng, mi nyemek,” ujarnya.
Di luar berjualan, Garno menerima pekerjaan sebagai buruh masak untuk acara hajatan. Baik di Kota Batu maupun luar daerah. Sesekali, dia juga menjadi buruh angkut pasir dengan upah Rp 200-300 ribu per ritasi. Menurut Garno, mayoritas pengunjung rest area kini merupakan warga lokal. Wisatawan yang mampir hanya sebagian kecil.
Dia menduga kondisi itu turut dipengaruhi akses menuju area parkir bus yang cukup menanjak. Bus wisata disebut lebih memilih tidak transit di rest area. Dari sekitar 36 pedagang yang masih aktif, enam lainnya disebut telah berhenti beroperasi.
Kondisi serupa dirasakan Sampul, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Oro-Oro Ombo yang bertugas mengelola parkir. Dia mengatakan penurunan kunjungan semakin terasa dalam dua bulan terakhir. Pendapatan parkir kini rata- rata hanya sekitar Rp 100 ribu per hari. Pada akhir pekan, hasilnya bisa mencapai sekitar Rp 150 ribu, meski tidak menentu.
Baca Juga: Agus Suyadi Ungkap Alasan Konversi Nama Kios Pasar Induk Among Tani Kota Batu
Sepinya parkir juga membuat jumlah personel Linmas yang bertugas menyusut. Dari semula Sembilan orang, kini hanya tersisa enam. Tiga orang memilih mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain yang dinilai lebih menghasilkan. “Karena hasil dibagi tiga orang,” tutur Sampul.
Personel yang tersisa bertugas bergiliran dengan sistem sif harian mulai pukul 08.00-24.00. Sejumlah rekannya juga mencari penghasilan tambahan sebagai tukang bangunan atau mencari rumput untuk pakan ternak. Sampul sendiri tidak lagi mengambil pekerjaan sampingan tersebut. (wb2/dre)
Editor : Aditya Novrian