Harga Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp 70 Ribu

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB
FLUKTUATIF: Harga cabai rawit di Pasar Induk Among Tani fluktuatif. Kemarin (21/9), harganya mencapai Rp 70 ribu per kilogram. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
FLUKTUATIF: Harga cabai rawit di Pasar Induk Among Tani fluktuatif. Kemarin (21/9), harganya mencapai Rp 70 ribu per kilogram. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU - Harga cabai rawit di Kota Batu kembali bergejolak. Di tingkat pedagang, komoditas tersebut sudah menembus Rp 70 ribu per kilogram. Padahal, dua hari sebelumnya masih berada di kisaran Rp 50 ribu per kilogram. Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit di Kota Batu berada di angka Rp 63.125 per kilogram.

Pedagang Pasar Induk Among Tani Mujiati mengatakan, perubahan harga cabai rawit terjadi cukup cepat. Kondisi tersebut dipengaruhi ketersediaan stok dari petani dan tengkulak. “Harganya tidak tentu. Dua hari lalu masih Rp 50.000 per kilogram, hari ini (kemarin) sudah Rp 70 ribu per kilogram,” ujar Mujiati, kemarin (20/9).

Perempuan 52 tahun itu mengambil cabai rawit dari Pasar Sayur Kota Batu. Dalam sehari, dia membeli sekitar 5-10 kilogram untuk dijual kembali. Jika kondisi pasar ramai, stok itu bisa habis dalam sehari. Namun, ketika pembeli sepi, cabai dijual lagi pada hari berikutnya.

Baca Juga: MBG Picu Inflasi di Kota Batu, Kepala BGN Siapkan Marketplace

Pedagang lainnya, Nurlela, menjual cabai rawit dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang masih Rp 55 ribu per kilogram.

“Kenaikannya tidak bisa diprediksi. Terkadang bisa naik dalam hitungan jam,” kata pedagang 55 tahun tersebut.

Menurut Nurlela, kondisi pasar saat ini cenderung sepi. Dalam sehari, dia hanya mampu menjual sekitar 1-2 kilogram cabai rawit yang dibeli dari pasar pagi. Meski demikian, dia menilai fluktuasi harga cabai masih dalam kondisi wajar. Kenaikan signifikan biasanya terjadi menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan.

Baca Juga: Apa Itu Inflasi? Ini Penjelasan Sederhana dan Dampaknya ke Masyarakat

Kondisi tersebut semakin berpotensi terjadi ketika petani mengalami gagal panen. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga cabai rawit bahkan bisa menembus Rp 100 ribu per kilogram. “Kenaikannya biasanya perlahan. Mulai Rp 5 ribu per kilogram setiap harinya,” jelasnya.

Harga biasanya kembali stabil memasuki pertengahan Ramadan. Namun, lonjakan dapat kembali terjadi menjelang Idul Fitri. Momentum Natal dan Tahun Baru juga berpotensi memengaruhi pergerakan harga. Tingginya permintaan pada periode tersebut kerap membuat harga cabai kembali bergerak naik.

Editor : Fajar Andre Setiawan
siskaperbapo cabai rawit pasar sayur kota batu among tani harga naik