Program Rumah Subsidi Diusulkan Berkonsep Rusun

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 13:06 WIB
HARGA MELAMBUNG: Kondisi permukiman padat penduduk di kawasan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu.
HARGA MELAMBUNG: Kondisi permukiman padat penduduk di kawasan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu.

BATU - Tingginya harga tanah membuat penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Batu kian sulit. Pemkot pun mengusulkan konsep rumah susun (rusun). Lokasinya direncanakan memanfaatkan aset lahan milik pemerintah.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, kenaikan harga tanah dipicu perkembangan pasar properti yang masif seiring pertumbuhan industri pariwisata. Kondisi itu membuat pembangunan rumah tapak subsidi dinilai kurang efisien, terutama di kawasan perkotaan.

“Pemanfaatan aset lahan pemerintah jadi kunci agar MBR tetap bisa mendapatkan hunian terjangkau di tengah melambungnya harga tanah,” ungkap Heli. Menurut dia, pembangunan rusun di atas lahan milik Pemkot Batu menjadi opsi yang paling memungkinkan saat ini.

Pemanfaatan aset daerah dapat menekan biaya pengadaan tanah sekaligus mengurangi beban biaya pembangunan. Dengan skema itu, unit hunian diharapkan tetap terjangkau bagi warga lokal. Penyediaan rusun juga dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap lahan produktif dan kawasan hijau yang menjadi bagian penting tata ruang Kota Batu.

Baca Juga: Pemkot Batu Targetkan Program Rumah Subsidi Sasar 5.000 Kepala Keluarga

Editor : Aditya Novrian
Rusun mbr rumah subsidi kota batu harga tanah