Investasi Kota Batu 2026 Tak Bisa Dibandingkan Mentah

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:30 WIB
Alun-alun Kota Wisata Batu (Instagram @acarakotabatu)
Alun-alun Kota Wisata Batu (Instagram @acarakotabatu)

BATU, RADAR BATU – Realisasi investasi Kota Batu sebesar Rp 395,95 miliar hingga Juni 2026 tidak bisa dibandingkan langsung dengan capaian tahun sebelumnya. Penyebabnya, pemerintah menerapkan perubahan metode pencatatan investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Dyah Lies Tina Purwaty mengatakan, perubahan tersebut mengikuti ketentuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Perubahan utama terletak pada komponen realisasi investasi. Pada 2025, pelaku usaha masih dapat mencatat akumulasi total investasi. Mulai 2026, yang dihitung adalah tambahan realisasi investasi pada periode pelaporan.

Baca Juga: Erupsi Dini Hari Tadi, Gunung Ili Lewotolok Semburkan Abu Setinggi 600 Meter - Radar Batu

“Kalau pada 2025 lalu, pelaporan investasi dari pelaku usaha masih menggunakan sistem akumulasi total. Namun untuk 2026 ini komponen realisasi dihitung murni berdasarkan nilai tambahan realisasi investasi per semester,” jelas Dyah.

Dengan metode baru tersebut, investasi yang sudah dicatat pada periode sebelumnya tidak kembali dihitung sebagai tambahan investasi.

Pembelian dan pematangan lahan, pembangunan gedung, serta pengadaan sarana dan prasarana hanya masuk dalam perhitungan ketika benar-benar menjadi tambahan realisasi pada periode tersebut.

Baca Juga: Rangga dan Cinta Dikonfirmasi Menikah Melalui Film Pendek Lanjutan AADC, Bahasa Cinta yang Beda - Radar Batu

Perubahan metode inilah yang membuat angka investasi 2026 tidak tepat jika dibandingkan secara langsung dengan capaian 2025 yang mencapai triliunan rupiah.

Artinya, penurunan angka secara nominal tidak otomatis menunjukkan arus modal ke Kota Batu mengalami kontraksi. Cara pencatatan menjadi faktor penting dalam membaca data investasi tahun ini.

Pada 2026, target investasi Kota Batu ditetapkan sebesar Rp 610 miliar. Hingga Juni, realisasinya mencapai Rp 395,95 miliar atau 64,91 persen.

Baca Juga: Terlilit Utang, Perempuan Asal Lumajang Bobol Rumah Kosong di Bumiaji Batu - Radar Batu

Dyah mengatakan target tersebut mulai mengacu pada target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Perubahan metode pencatatan membuat pembacaan kinerja investasi perlu lebih hati-hati. Nilai realisasi tetap penting, tetapi tren tambahan modal pada setiap periode menjadi indikator yang perlu diperhatikan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
investasi Kota Batu Investasi Daerah LKPM dpmptsp investasi