BATU, RADAR BATU - Kerja Sama Antardaerah (KAD) untuk mengamankan pasokan cabai dan bawang merah bakal segera dijajaki Pemkot Batu. Dua komoditas tersebut menjadi perhatian karena kerap menyumbang inflasi daerah. Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo dibidik sebagai daerah pemasok.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto mengatakan, kerja sama awal difokuskan pada komoditas yang rawan mengalami kenaikan harga. “Kami fokuskan dulu pada komoditas yang rawan inflasi,” tegasnya.
Lumajang diproyeksikan menjadi pemasok cabai merah dan cabai rawit. Sedangkan, Probolinggo diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang merah. Menurut Andry, kerja sama tersebut diperlukan karena produksi pertanian lokal belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dan pedagang.
Baca Juga: Speaker Freaker, Lagu Baru dari Girlgroup No Na yang Akan Rilis Hari Ini - Radar Batu
Saat pasokan berkurang dan harga melonjak, pemerintah perlu melakukan intervensi. Tujuannya agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi. “Ketika terjadi lonjakan harga akibat fluktuasi pasokan, pemerintah perlu hadir melakukan intervensi agar kebutuhan barang di pasar tetap tersedia dan harganya terkendali,” ujarnya.
Kerja sama itu juga membuka peluang subsidi biaya logistik dan transportasi pengiriman bahan pangan. Namun, ketersediaan komoditas menjadi prioritas sebelum subsidi diterapkan. “Jika pemerintah menyiapkan subsidi tetapi pasokan barangnya tidak ada di lapangan, tentu tidak akan menyelesaikan masalah,” terangnya.
Pelaksanaannya diawali kesepakatan antara Pemkot Batu dengan pemerintah daerah mitra. Dari kesepakatan itu, kebutuhan pasar lokal dan pasokan dari daerah mitra dapat dipetakan. Pola perdagangan langsung tersebut diharapkan memangkas rantai distribusi. Andry menambahkan, kerja sama akan diperluas ke komoditas lain yang dinilai rawan inflasi.
Editor : Fajar Andre Setiawan