BATU, RADAR BATU - Bursa tanaman hias dalam Batu Shining Orchids Week (BSOW) 2026 menunjukkan tingginya daya beli pengunjung. Salah satu peserta asal Kota Blitar bahkan telah menjual sekitar 700 pot anggrek hanya dalam beberapa hari pameran. Jika diakumulasikan semua, capaian transaksi bisa mencapai miliaran rupiah.
Salah satu pemilik stan, Andrean Bimo mengaku membawa 1.000 pot anggrek bulan dan 1.000 pot Dendrobium. Hingga pertengahan masa pameran, stoknya tinggal sekitar 300 pot. Dendrobium menjadi varietas yang paling diminati. Terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan turut mengerek harga.
Tahun lalu, Dendrobium dijual Rp 75-100 ribu per pot. Kini harganya mencapai Rp115-150 ribu. “Selain itu, faktor penguatan dolar juga berpengaruh karena modal bibit dan pupuk impor ikut melonjak,” beber pria yang akrab disapa Andre itu.
Baca Juga: Kawah Ijen Padam setelah Enam Hari, Fokus Karhutla Jatim Bergeser ke Gunung Butak - Radar Batu
Meski harga naik, transaksi justru meningkat. Jika tahun lalu pembeli rata-rata hanya mengambil satu hingga dua pot, kini satu orang bisa memborong hingga lima pot. Panitia BSOW 2026 Ezra Adi Nugroho mengatakan, perputaran transaksi tahun ini masih dihitung.
Rekapitulasi dilakukan sejak sepekan sebelum pameran hingga acara berakhir. “Jika melihat ajang serupa pada tahun 2025 lalu, perputaran uangnya mampu mencapai Rp 2-4 miliar,” bebernya.
Menurut Ezra, BSOW tidak hanya menjadi ajang transaksi. Pameran juga menjadi sarana mengenalkan kualitas anggrek dan hortikultura Indonesia ke pasar internasional. Antusiasme juga datang dari pengunjung mancanegara.
Salah satunya, Vanda dari Singapura yang hadir untuk melihat produk anggrek Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk anggrek Indonesia memiliki kualitas unggul yang siap bersaing di pasar global,” pungkas Ezra.
Editor : Fajar Andre Setiawan