BATU, RADAR BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha kreatif. Salah satunya Safira Nails yang menawarkan press on nails atau kuku lepas pasang. Lapak tersebut telah hadir sekitar 1,5 tahun. Keberadaannya memanfaatkan peluang pasar yang masih minim kompetitor di Kota Batu.
Owner Safira Nails Alfiana Aprilian Safira mengatakan, produk yang ditawarkan berbeda dengan kuku palsu pabrikan. Press on nails dibuat secara handmade. Kuku palsu polos dilukis manual menggunakan nail gel ultraviolet (UV). “Hasilnya, karakter kuku menjadi lebih tebal, kokoh, dan tampak jauh lebih elegan saat dikenakan,” ucapnya kemarin (6/9).
Produk tersebut dibanderol Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per set. Pembeli juga mendapat layanan pemasangan gratis di lokasi. Namun, mayoritas pelanggan memilih memasangnya sendiri. Ketahanan kuku bergantung pada jenis perekat. Lem cair dapat membuat kuku bertahan lebih dari sepekan. Sedangkan, lem tempel khusus biasanya hanya bertahan sehari.
Baca Juga: Alya Resmi Lulus dari JKT48, Begini Proses Graduation yang Dilalui - Radar Batu
Kehadiran lapak di Jalan Sultan Agung itu juga menjadi sarana mengenalkan produk. Antusiasme pembeli disebut terus meningkat setiap pekan. Beberapa set kuku selalu terjual setiap kali lapak dibuka.
“Kadang itu pembeli lihat modelnya di sini, kemudian minta custom nail art di rumah,” kata dia. Rumah produksi Safira Nails berada di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Selain press on nails, tersedia jasa nail art langsung pada kuku asli. Harganya mulai Rp,60 ribu.
Salah satu pembeli, Andini mengaku memang gemar menghias kuku. Biasanya, dia menggunakan cat kuku berbasis air yang bisa dilepas tanpa aseton atau peel off. Namun, dia tertarik mencoba press on nails setelah melihat lapak Safira Nails. “Kebetulan ada warna kesukaan saya, yaitu merah muda, jadi saya membeli sekalian,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan