Sensus Ekonomi di Kota Batu Diperpanjang hingga 15 September

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:01 WIB
PASTIKAN TERDATA: Sejumlah petugas melakukan pencacahan langsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu beberapa waktu lalu. (PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PASTIKAN TERDATA: Sejumlah petugas melakukan pencacahan langsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu beberapa waktu lalu. (PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Pendataan Sensus Ekonomi (SE) diperpanjang hingga 15 September. Meski target awal telah tercapai 100 persen pada 31 Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu masih menyisir data janggal dan anomali untuk memastikan validitas hasil sensus.

Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengatakan, penyisiran dilakukan terhadap data yang terdeteksi tidak rasional oleh sistem validasi digital. Petugas juga mengecek lokasi yang terlewat. Selain itu, sekaligus melengkapi data dan menindaklanjuti laporan warga yang merasa belum didata.

Sistem BPS otomatis menandai ketidaksesuaian antara profil usaha dan variabel pendapatan yang dilaporkan. Salah satunya usaha dengan hanya satu tenaga kerja. Namun, mencatat omzet tahunan di atas Rp 5 miliar. “Atau usaha sektor pertanian yang melaporkan memiliki bangunan khusus usaha sendiri. Yang seperti ini wajib kami cek ulang,” tegasnya.

Baca Juga: Sebelum Nonton Avengers: Doomsday, Ini Urutan Wajib Tonton X-Men dan MCU - Radar Batu

Selain skala usaha dan pendapatan, petugas mengecek sejumlah isian yang mengalami galat atau kosong. Di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) responden yang belum terisi, omzet nol rupiah, hingga margin keuntungan usaha yang tercatat minus.

Meski jumlah data anomali relatif kecil dibandingkan populasi usaha di Kota Batu, temuan tersebut tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Akhirnya, BPS kembali menerjunkan sebagian besar petugas untuk melakukan verifikasi langsung.

Penyisiran juga membantu menangani pelaku usaha yang sebelumnya menolak didata. Pendekatan persuasif membuat sebagian besar kini lebih kooperatif. “Ada juga yang hanya beberapa pertanyaan kami konfirmasi ulang karena terdeteksi anomali tadi,” tambahnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
sensus ekonomi Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Batu bps ekonomi