BATU, RADAR BATU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mendorong kenaikan harga bahan pangan di Kota Batu. Harga daging ayam ras di pasar tradisional kini mencapai Rp 40-42 ribu per kilogram. Penyebabnya, permintaan yang tinggi dan keterbatasan pasokan lokal.
Pedagang daging ayam Pasar Induk Among Tani Batu Azzam Kodari mengatakan, harga tersebut menjadi yang tertinggi dibanding periode sebelumnya. “Memang cukup tinggi, padahal hanya hari biasa,” terangnya.
Menurut Azzam, bertambahnya dapur MBG turut menyerap pasokan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat stok yang tersedia di pasar semakin terbatas.
Baca Juga: Tiga Anak Kota Batu Terkena Campak - Radar Batu
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto membenarkan adanya tekanan permintaan terhadap komoditas protein. Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan lokal.
“Ketika stok di pasar menipis tapi permintaan masyarakat tinggi, harga otomatis akan menyesuaikan naik,” ujarnya. Dia menjelaskan, Kota Batu masih bergantung pada pasokan luar daerah. Daging ayam dan telur didatangkan dari Kabupaten Malang dan Kota Blitar.
Untuk menjaga pasokan sekaligus mengendalikan inflasi, Pemkot Batu menyiapkan skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil. Intervensi pasar juga disiapkan untuk mengamankan ketersediaan komoditas.
Baca Juga: Event Lari Semarakkan CFD Mbatu Sae Kota Batu - Radar Batu
“Langkah ini penting untuk mengamankan kuota pasokan ke Kota Batu agar stok di pasar tradisional tetap terjamin dan tidak memicu lonjakan harga yang berlebihan,” lanjutnya.
Diskumperindag juga mengoptimalkan aplikasi Sistem Kendali Komoditi (SIKOKO).
Sistem tersebut digunakan untuk memantau pergerakan harga sekaligus mengidentifikasi sumber kenaikan, baik dari tingkat peternak maupun distribusi pedagang. Dengan langkah tersebut, pemkot berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dan ketersediaan komoditas bagi masyarakat umum.
Editor : Fajar Andre Setiawan