BATU, RADAR BATU - Harga daging sapi di Pasar Induk Among Tani Kota Batu menembus Rp 150 ribu per kilogram kemarin (31/8). Kenaikan yang berlangsung sejak tiga pekan terakhir itu membuat penjualan pedagang turun. Biasanya, 30 kilogram bisa ludes dalam sehari. Kini, pedagang hanya bisa menjual 25 kilogram saja. Stok daging pun semakin terbatas.
Mustifiah, pedagang daging sapi di Pasar Induk Among Tani mengatakan harga Rp 150 ribu per kilogram berlaku untuk daging dengan minim lemak. Sementara daging bercampur tulang yang dia ambil dari tengkulak dibanderol Rp 138 ribu per kilogram. “Sebelumnya, saya bisa menjual 30 kilogram per hari. Sekarang rata-rata 25 kilogram per hari,” ucapnya.
Penjualan pun bergantung pada pesanan dalam jumlah besar. Di antaranya untuk hajatan masyarakat dan kebutuhan hotel di Kota Batu. Kemarin, Mustifiah membawa sekitar 25 kilogram daging. Namun, hingga pukul 10.00, daging miliknya baru terjual separo.
Pedagang lainnya, Rivia Sari mengatakan harga daging sapi yang dijualnya berada pada rentang Rp 130-150 ribu per kilogram. Perbedaan harga menyesuaikan jenis dan kualitas daging. “Harga Rp 150 ribu itu daging jenis tenderloin dengan kualitas premium. Biasanya dibeli oleh orang-orang perhotelan,” katanya.
Sementara daging yang umum dibeli masyarakat dibanderol Rp 143-145 ribu per kilogram. Jenis tersebut memiliki kandungan lemak sangat minim. Bahkan terdapat bagian yang tidak mengandung lemak. Rivia menyebut kenaikan harga sebenarnya sudah berlangsung sejak pasca-Lebaran atau sekitar akhir Maret lalu.
Sejak saat itu, harga daging sapi telah naik secara bertahap hingga lima kali. Kenaikan tersebut ikut menggerus daya beli konsumen. Sebelum harga naik, Rivia mengaku mampu membawa sekitar satu kuintal daging dan biasanya habis terjual. “Dulu harganya masih Rp 130 ribu. Setelah naik, jadi lebih sepi. Paling hanya laku separonya,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan