Sewa Baju Adat dan Karnaval Kota Batu Diserbu Warga Jelang 17 Agustus

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Sewa konstum karnaval di Persewaan Baju Tari dan Karnaval Pak Wito (Google Maps/Lina Winata)
Sewa konstum karnaval di Persewaan Baju Tari dan Karnaval Pak Wito (Google Maps/Lina Winata)

BATU, RADAR BATU – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI kembali menjadi berkah bagi para pelaku usaha persewaan baju adat dan kostum karnaval di Kota Batu. Sejak awal Agustus, permintaan sewa kostum untuk keperluan karnaval maupun lomba 17 Agustusan terus mengalami peningkatan.

Salah satu usaha yang rutin mengalami lonjakan permintaan ini adalah persewaan kostum Sekar Probojati di Jalan Sarimun, Kecamatan Junrejo, yang lebih dikenal dengan nama sewa baju Pak Wito.

Pemiliknya, Wito, sebelumnya mengungkapkan bahwa momen Hari Kemerdekaan RI selalu mendatangkan lonjakan pesanan hingga 60 persen dibandingkan hari biasa, dengan koleksi baju adat dan kostum tari yang selalu ludes dipesan oleh warga dari kawasan Malang Raya.

Di Persewaan Baju Tari dan Karnaval Pak Wito, harga satu set kostum di tempat tersebut mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung pada model dan jenis busana yang dipilih. Baju adat, kostum tari, dan busana karnaval menjadi tiga jenis pakaian yang paling banyak dicari pelanggan menjelang perayaan kemerdekaan.

Baca Juga: Tempat Berburu Baju Thrifting Murah Berkualitas di Batu, Cocok Buat Kantong Mahasiswa

Selain jasa persewaan, geliat usaha kostum karnaval jelang HUT RI tahun ini juga dirasakan para perajin lokal. Tio, perajin kostum karnaval tiga dimensi asal Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, misalnya, tengah menyelesaikan pesanan sebanyak 135 unit kostum dan atribut karnaval untuk anak-anak taman kanak-kanak. Kali ini, tema yang diusung adalah keindahan biota bawah laut dan aneka kuliner khas Nusantara.

Usaha yang sudah digeluti Tio selama tujuh tahun terakhir ini turut memberdayakan warga sekitar dalam proses produksinya. Ia bahkan telah beralih menggunakan bahan spons ati untuk mempercepat proses pembuatan kostum tanpa mengurangi nilai artistiknya, menyesuaikan dengan permintaan pasar yang terus bertambah setiap tahun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa momentum HUT RI bukan hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi kreatif warga Kota Batu, mulai dari perajin kostum hingga pelaku usaha persewaan busana adat dan karnaval.

Baca Juga: 5 Tips dan Trik Thrifting yang Jarang Diketahui, Biar Nggak Ketipu Baju KW

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
17 Agustus 2026 HUT RI Kota Batu sewa baju adat kostum karnaval ekonomi kreatif Batu