BATU, RADAR BATU - Penjualan bendera dan aksesori HUT ke-81 Kemerdekaan RI dikeluhkan pedagang musiman. Dibanding tahun lalu, penjualan di lapak pinggir jalan tahun ini turun hingga 50 persen. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi maraknya penjualan daring dan daya beli masyarakat yang melemah.
Cahyono, salah satu pedagang di Jalan Indragiri, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu mengaku bisa menjual 1.500 dari 2.000 barang sepanjang periode perayaan HUT RI tahun lalu. Namun, dari jumlah dagangan yang sama tahun ini, ia baru bisa menjual 500 barang.
“Saya membawa hampir 2.000 buah. Jenisnya macam-macam. Ada bendera, umbul-umbul, aksesori, background (bendera lengkung) juga ada,” kata dia kemarin (11/8). Harga produk bervariasi sesuai ukuran. Bendera dijual Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu, umbul-umbul Rp 35 ribu hingga Rp 60 ribu, sedangkan background Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu.
Baca Juga: Sekali Keliling, Bapenda Kota Batu Himpun Rp 20 Juta PBB-P2 - Radar Batu
Masyarakat umum lebih banyak membeli bendera. Sementara, background biasanya dibeli perkantoran. Cahyono mengaku belum mengetahui pasti penyebab penjualan tahun ini lebih sepi. Namun, dia menduga maraknya penjualan melalui e-commerce dengan harga lebih murah turut menggerus pasar pedagang pinggir jalan.
“Memang sekarang sudah era digital, tetapi momentum kemerdekaan kan hanya satu kali dalam setahun,” imbuh pria asal Garut itu. Selain persaingan penjualan daring, kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai sedang sulit juga memengaruhi minat membeli atribut kemerdekaan. Apalagi, produk tersebut bukan kebutuhan primer.
“Semua teman-teman saya yang menjual aksesori kemerdekaan juga merasakan hal yang sama. Mungkin memang perekonomian sedang lesu saja,” katanya. Meski penjualan masih sepi, ia berharap permintaan meningkat menjelang puncak peringatan kemerdekaan. Mereka berharap penjualan bisa terdongkrak sehingga modal usaha dapat kembali.
Editor : Fajar Andre Setiawan