BATU, RADAR BATU - Kondisi koperasi di Kota Batu cukup memprihatinkan. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) mencatat lebih dari separo koperasi yang terdaftar tidak lagi aktif beroperasi. Dari total 235 koperasi, diperkirakan hanya 60-100 koperasi yang masih berjalan. Sementara, sisanya mati suri karena tidak menjalankan aktivitas organisasi maupun usaha.
Kondisi tersebut diungkap Plt Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan. Menurut dia, sebagian besar koperasi memang belum berada dalam kategori sehat. Artinya, lebih dari 135 koperasi tidak lagi menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Meski masih tercatat secara administratif, banyak yang tidak memiliki aktivitas ekonomi dan organisasi.
Dian menjelaskan koperasi dinilai aktif apabila rutin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Selain itu, juga memiliki keanggotaan yang jelas dan mampu menunjukkan perkembangan usaha. Ketiga indikator tersebut menjadi tolok ukur kesehatan koperasi. Namun, sebagian besar koperasi belum mampu memenuhi persyaratan tersebut.
Baca Juga: CFD Mbatu Sae Kota Batu Jadi Inkubator Bisnis UMKM - Radar Batu
Akibatnya, keberadaannya hanya tercatat di database tanpa aktivitas nyata. Menurut Dian, banyak koperasi yang kini tidak aktif merupakan koperasi lama yang berdiri saat Kota Batu masih menjadi bagian Kabupaten Malang. Seiring pergantian pengurus dan minimnya regenerasi anggota, operasional koperasi perlahan terhenti.
Karena itu, Diskumperindag berupaya melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap koperasi-koperasi tersebut. Langkah itu dilakukan agar koperasi yang masih berpotensi dapat kembali aktif. Sedangkan, yang sudah tidak memungkinkan dapat ditata sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Fajar Andre Setiawan