Pemkot Batu Bidik Hilirisasi Bunga ke Industri Kosmetik

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:00 WIB
CANTIK: Salah seorang wisatawan memilih bunga potong di kawasan Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji kemarin (4/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
CANTIK: Salah seorang wisatawan memilih bunga potong di kawasan Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji kemarin (4/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Hilirisasi komoditas bunga mulai dibidik Pemkot Batu. Langkah itu dinilai bisa mengurangi ketergantungan petani pada penjualan bunga segar. Sebab, harga bungar segar kerap fluktuatif. Bunga mawar dan komoditas florikultura lainnya diproyeksikan diolah menjadi bahan baku kosmetik, sabun, minyak atsiri, hingga produk aromaterapi.

Dengan begitu produksi bunga di Kota Batu memiliki nilai tambah lebih tinggi. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan potensi florikultura sangat besar. Namun, petani masih bergantung pada pasar bunga segar. Padahal permintaannya mudah turun. Terutama pada momen tertentu seperti bulan Suro.

“Jika bunga diolah, penyerapannya tidak hanya bergantung pada momentum tertentu, tetapi bisa berlangsung sepanjang tahun,” ujarnya. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Batu mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor. Salah satu yang sedang dikomunikasikan saat ini yakni dengan investor asal Jakarta.

Baca Juga: CFD Mbatu Sae Kota Batu Jadi Inkubator Bisnis UMKM - Radar Batu

Komunikasi yang dijalin guna membangun fasilitas pengolahan bunga. Saat ini, pembahasan masih difokuskan pada aspek regulasi dan teknis. “Ada beberapa pihak dan investor yang sudah berkomunikasi dengan Pemkot Batu. Saat ini masih kami kaji regulasi dan teknisnya,” katanya.

Selain menggandeng investor, Pemkot Batu juga bekerja sama dengan Polbangtan Malang. Tujuannya untuk memberikan pendampingan teknologi budidaya kepada petani. Langkah itu dilakukan agar kualitas bunga memenuhi standar kebutuhan industri kosmetik.

Heli optimistis kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dapat memperkuat ekonomi kreatif berbasis florikultura di Kota Batu. “Sekarang saatnya hasil panen bunga tidak hanya dijual segar, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui industri modern,” pungkasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Hilirisasi Bunga Florikultura Kota Batu Kosmetik Berbahan Bunga Industri Florikultura Petani Bunga