MPLS Dongkrak Pendapatan Ojol di Kota Batu hingga 20 Persen

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:00 WIB
OJOL: Driver ojol tampak mengantar pengguna jasa melintasi Jalan raya Sultan Agung menuju Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu pada Jumat lalu (17/7).
OJOL: Driver ojol tampak mengantar pengguna jasa melintasi Jalan raya Sultan Agung menuju Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu pada Jumat lalu (17/7).

 

BATU - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) membawa berkah bagi pengemudi ojek online (ojol) di Kota Batu. Sejak aktivitas sekolah kembali berjalan pada 13 Juli lalu, pendapatan harian mitra ojol meningkat sekitar 20 persen. Lonjakan permintaan didominasi perjalanan mengantar dan menjemput pelajar pada jam berangkat maupun pulang sekolah.

Salah seorang pengemudi Grab Motor Aji Wicaksono mengaku kini mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp 250 ribu per hari. Target 20-25 perjalanan yang dipasangnya juga lebih mudah tercapai dibanding saat libur sekolah. “Paling naik sekitar 20 persen. Ramainya pagi sama sore. Sekarang ada anak sekolah, jadi pulang tidak terlalu malam,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo: Pernyataan Hotman Paris Soal Izin Presiden Cacat Hukum

Menurut Aji, aktivitas sekolah membuat pola permintaan penumpang lebih teratur. Selama MPLS, jam kepulangan siswa yang relatif lebih awal juga membantu pengemudi mengatur waktu bekerja lebih efisien.

Meski begitu, peningkatan order belum sepenuhnya maksimal. Sebab, banyak siswa baru masih diantar dan dijemput orang tua selama masa adaptasi di sekolah. Kondisi itu membuat pertumbuhan permintaan berlangsung bertahap.

BACA JUGA: Tugas Sekolah Jadi Lebih Ringan! Ini Rekomendasi Generator AI yang Wajib Diketahui Pelajar

Situasi berbeda dirasakan pengemudi yang beroperasi di kawasan wisata. Budianto, mitra ojol yang banyak melayani jalur pariwisata Malang Raya menyebut pendapatannya relatif tidak berubah dibanding musim libur sekolah. Berkurangnya penumpang pelajar saat liburan sebelumnya tertutup oleh tingginya mobilitas wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.

Dalam sehari, ia mengaku masih memperoleh 10-20 pesanan dengan pendapatan kotor sekitar Rp 100-150 ribu. Setelah dipotong biaya operasional, pendapatan bersih yang dibawa pulang berkisar Rp 65-100 ribu per hari. “Kalau di sini tidak terlalu berpengaruh karena tertolong wisatawan. Banyak teman-teman ojol juga fokus mengambil penumpang ke kawasan wisata,” katanya. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
peningkatan pendapatan kota batu mpls ojol