Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tarif Ojol Naik, Driver dan Penumpang di Kota Batu Sama-Sama Mengeluh

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:00 WIB
TARIF NAIK: Driver ojol tampak mengantar pengguna jasa melintasi Jalan raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu pada Jumat lalu (3/7).
TARIF NAIK: Driver ojol tampak mengantar pengguna jasa melintasi Jalan raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu pada Jumat lalu (3/7).

 

BATU, RADAR BATU - Perubahan skema komisi ojek online (ojol) menjadi 8 persen belum sepenuhnya membawa angin segar. Di Kota Batu, kebijakan yang diikuti penghapusan paket langganan hemat justru memicu kenaikan tarif sekitar Rp 1-2 ribu per perjalanan. Di sisi lain, pengemudi belum merasakan dampak signifikan. Sebab, mereka masih beradaptasi dengan sistem baru.

 Selain itu, driver ojol juga tengah dipusingkan dengan penurunan order selama libur sekolah. Keluhan kompak datang dari pengguna dan pengemudi. Sejumlah konsumen mengaku tarif perjalanan kini lebih mahal. Sementara, para driver menilai perubahan skema pendapatan belum otomatis meningkatkan penghasilan mereka.

BACA JUGA: Dua Filosofi di Balik Perjalanan Karier Legendaris Rachmat Gobel: Dari Kerajaan Bisnis, Kursi Menteri, hingga Parlemen

 Salah satunya disampaikan Destiara Wulan Rahmadhani, warga Kelurahan Sisir yang hampir setiap hari menggunakan layanan ojol untuk beraktivitas. Menurutnya, penurunan potongan komisi seharusnya bisa berdampak pada tarif yang lebih ringan bagi pelanggan. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

 “Kesannya beban hanya bergeser. Sebagai pengguna, saya berharap ada transparansi yang lebih jelas mengenai komponen tarif,” ujarnya. Ia menilai kenaikan tarif, meski hanya berkisar Rp1-2 ribu per perjalanan, tetap terasa bagi pengguna yang mengandalkan ojol setiap hari. Tambahan biaya tersebut tentu saja memengaruhi pengeluaran rutin masyarakat.

BACA JUGA: Belajar Mandiri Jadi Kunci Sukses Hadapi Dunia Kerja Masa Depan

 Perubahan sistem belum sepenuhnya dipahami driver. Aji Wicaksono, driver ojol di Kota Batu, mengaku masih beradaptasi dengan aplikasi yang kini menampilkan pendapatan kotor sebelum dipotong komisi 8 persen. “Dulu nominal yang tampil sudah bersih karena ada paket langganan hemat. Sekarang paket itu dihapus dan diganti sistem bagi hasil,” jelasnya.

 Menurut Aji, tantangan terbesar justru datang dari turunnya jumlah penumpang selama musim libur sekolah. Kondisi itu membuat pendapatan harian ikut tergerus. “Order turun hampir 50 persen. Biasanya dari siang sampai magrib bisa dapat 10 sampai 15 orderan, sekarang kadang hanya lima, paling banyak sepuluh orderan,” katanya.

BACA JUGA: Mengenang Rachmat Gobel: Dari Tukang Sapu Pabrik Menjadi Pemimpin Kerajaan Bisnis Gobel Group

Ia berharap skema baru benar-benar memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi, bukan hanya mengubah mekanisme pemotongan komisi. Menurutnya, stabilitas jumlah order tetap menjadi faktor utama yang menentukan besarnya pendapatan harian driver. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#tarif naik #ojek online #kota batu #ojol