BATU, RADAR BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae Kota Batu memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, promosi di media sosial perlu terus ditingkatkan. Sebab, banyak wisatawan yang mengaku mencari referensi destinasi di kota wisata melalui media sosial. Bahkan, ada usulan dari wisatawan agar UMKM bisa menggandeng pelaku bisnis hotel.
Ayu Asmini wisatawan asal Bali mengaku sengaja mampir ke CFD Kota Batu setelah mencari referensi aktivitas akhir pekan melalui internet. Sebelum berkunjung, ia membandingkan sejumlah CFD di berbagai kota. Misalnya, Bali, Bandung, Jakarta, hingga Malang Raya.
BACA JUGA: Murnita Didakwa Akibat Robohkan Rumah Dinas Bea Cukai Surabaya, Rugikan Negara Ratusan Juta
Setibanya di lokasi sekitar pukul 06.00, Ayu menilai penataan kawasan sudah cukup baik. Stan UMKM berjajar di sisi jalan. Sementara, bagian tengah dimanfaatkan untuk berolahraga dan berjalan santai.
Ayu menilai promosi perlu terus dimasifkan. Kendati, sejauh ini upaya promosi yang dilakukan sudah cukup baik. Menurutnya, Pemkot Batu perlu mengoptimalkan media sosial sekaligus bekerja sama dengan hotel-hotel. Tujuannya agar informasi mengenai jadwal CFD dapat diterima wisatawan yang menginap di Kota Batu.
“Informasi kegiatan CFD sebaiknya disampaikan juga ke hotel-hotel. Jadi wisatawan tahu ada agenda menarik setiap Minggu pagi dan bisa datang,” tambahnya. Di sisi lain, keberadaan CFD terbukti memberi peluang bagi pelaku UMKM.
BACA JUGA: Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa
Salah satunya dirasakan Azzahra Aurelia, mahasiswa asal Junrejo yang memanfaatkan stan CFD untuk berjualan es mambo susu. Menurutnya, fasilitas yang disediakan pemerintah cukup membantu pelaku usaha kecil memasarkan produk. Ia memilih mengisi akhir pekan dengan berjualan dibanding menghabiskan waktu di rumah.
“Daripada bangun siang di hari libur, lebih baik cari penghasilan sendiri. Lumayan untuk menambah pendapatan sebelum aktif kuliah,” katanya. Pada penyelenggaraan CFD kemarin, Azzahra mengaku memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 52 ribu hanya dalam beberapa jam berjualan.
Nilai tersebut memang belum besar, Namun, ia menilai itu merupakan awal yang baik untuk membangun usaha mandiri. Keberadaan wisatawan dan pelaku UMKM muda tersebut menunjukkan CFD tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik bebas kendaraan saja. Namun, juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. (adv/kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan