Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Nekat Pilih BBM Murah Justru Bikin Boros Roda Dua

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB
RAWAN RUSAK: Seorang mekanik tengah memperbaiki mesin sepeda motor di bengkel Hippo Motor, Jalan Hasanudin, Kecamatan Batu, kemarin (22/6). Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai kompresi mesin memicu kerusakan jangka panjang.
RAWAN RUSAK: Seorang mekanik tengah memperbaiki mesin sepeda motor di bengkel Hippo Motor, Jalan Hasanudin, Kecamatan Batu, kemarin (22/6). Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai kompresi mesin memicu kerusakan jangka panjang.

 

BATU, RADAR BATU - Pengabaian rasio kompresi mesin kendaraan di tengah fluktuasi harga justru bisa membuat konsumsi BBM makin boros. Alih-alih berhemat, tindakan nekat menurunkan kualitas bahan bakar ke nilai oktan rendah seperti Pertalite pada sepeda motor berkapasitas di atas 150 cc justru memicu pembakaran tidak sempurna. Ujungnya adalah penurunan performa mesin secara drastis.

Dampak buruk tersebut dirasakan langsung Subuh Muhammad Adi, pemilik speda motor matic berkapasitas 155 cc. Ia terpaksa mengompromikan kualitas bahan bakar tunggangannya yang berujung pada hilangnya kenyamanan berkendara. “Tarikan motor pasti brebet kalau digas pelan, jadi mintanya harus jalan konstan. Tapi giliran tuas gas ditarik kencang, bensinnya malah terkuras jauh lebih cepat habis,” keluh Subuh.

BACA JUGA: Kawal Piala Dunia 2026 Tanpa Loyo, Ini 5 Minuman Sehat Pengusir Kantuk Saat Nobar Dini Hari

Kekhawatiran akan kerusakan fatal pada jantung pacu itulah yang membuat pengendara lain, Karisa Khofifah, memilih jalan aman. Meski harus merogoh kocek lebih dalam di tengah tingginya harga BBM, ia tetap disiplin menggunakan Pertamax demi menjaga performa kendaraannya. “Memang kecewa harga BBM mahal. Kalau dipaksa, saya takut berdampak buruk dan malah merusak mesin motor,” ungkap Karisa.

Secara teknis, fenomena ngadat dan borosnya bahan bakar tersebut dijelaskan rinci oleh mekanik Bengkel Hippo Motor Kota Batu Ahmad Hafidz An Nizar. Ia menegaskan efisiensi dan performa mesin sangat bergantung pada kesesuaian antara nilai oktan BBM dengan kapasitas silinder kendaraan.

BACA JUGA: Sesaat Setelah Mendarat, DPO Penipuan Batu Bara Richard Muljadi Diciduk di Bandara Soekarno-Hatta

Nizar memaparkan, motor dengan kapasitas mesin di atas 150 cc mutlak membutuhkan BBM beroktan tinggi agar proses pembakaran di ruang mesin berjalan sempurna dan tarikan gas tetap stabil. Lebih lanjut, Nizar mengingatkan aturan wajib oktan tinggi ini juga berlaku bagi kendaraan modifikasi (bore up) yang kapasitas mesinnya telah dinaikkan.

Penurunan kualitas BBM secara paksa pada mesin berkompresi tinggi akan langsung memicu gejala mesin ngelitik. Ia memperingatkan adanya ancaman kerusakan komponen internal mesin secara permanen jika pengendara terus abai terhadap spesifikasi pabrikan. “Kalau diterus-teruskan memakai bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi, jangka panjangnya mesin pasti bermasalah,” pungkas Nizar tegas. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#bahan bakar minyak #kendaraan roda dua