BATU, RADAR BATU - Surat permohonan dispensasi pupuk subsidi ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI belum membuahkan hasil. Menyiasati jalan buntu tersebut, Pemkot Batu bersiap memboyong isu macetnya jatah pupuk ini ke forum nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengakui belum ada lampu hijau dari Kementan RI. Aturan baku dari pusat dinilai masih menjadi tembok tebal bagi nasib petani lokal. Regulasi nasional telanjur mengunci kriteria penerima subsidi hanya untuk komoditas pangan. Padahal kawasan Kota Batu didominasi sektor hortikultura.
Baca Juga: Kualitas Buruk, Petani Kota Batu Ogah Pakai Pupuk Subsidi
“Belum ada jawaban dari Kementan RI, tapi kami terus upayakan. Berdasarkan kriteria pusat, komoditas daerah kita memang tidak masuk,” tegas Heli. Regulasi kaku ini memicu dampak meluas di lapangan. Tidak hanya memukul petani apel dan sayuran, peternak sapi perah kini ikut menjerit.
Mereka kesulitan mengakses pupuk bersubsidi untuk menyuburkan lahan rumput yang menjadi pakan utama ternak. Untuk itu, Pemkot Batu membidik agenda besar KTNA sebagai panggung diplomasi. Kebetulan, Kota Batu dijadwalkan menjadi tuan rumah Rembuk KTNA Nasional pada 19-23 September mendatang.
Baca Juga: Harga Pupuk dan Mulsa di Kota Batu Naik 40 Persen Imbas Rupiah Jeblok
Heli juga berencana membawa langsung draf usulan tersebut ke forum KTNA di Gorontalo. “Kami pasti menyuarakan krisis pupuk subsidi ini. Kami menuntut dispensasi agar aturan pusat bisa disesuaikan dengan kondisi riil pertanian masing-masing daerah,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho