BATU, RADAR BATU - Gejala deflasi mulai membayangi sektor pangan Kota Batu. Harga daging ayam di Pasar Induk Among Tani stagnan di angka Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram dalam 10 hari terakhir. Namun, tren harga murah tersebut gagal mendongkrak minat belanja masyarakat.
Pedagang daging ayam Azzam Kodari menyebut dua pekan lalu, harga komoditas ini sempat melambung Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Anehnya, kala harganya mahal, stok harian sebanyak lima kuintal justru selalu ludes terjual.
Baca Juga: Biaya Pakan Naik, Peternak Ayam di Kota Batu Terancam Rugi
Kini, pasokan harian terpaksa dipangkas menjadi tiga hingga empat kuintal akibat anjloknya jumlah pelanggan. Azzam mencatat ada kemerosotan daya beli masyarakat hingga 25 persen. “Daya beli menurun drastis padahal harganya sudah tidak mahal lagi. Pasokan yang sedikit itu saja kadang masih sisa banyak,” keluh Azzam.
Baca Juga: Distribusi Mandek, Harga Ayam di Kota Batu Tembus Rp 38 Ribu
Lesunya pasar ini diakui warga sangat berkaitan dengan himpitan ekonomi kelas bawah. Karin Andita, salah satu pembeli, terpaksa terus menurunkan standar gizi lauk harian keluarganya demi bisa bertahan hidup. “Biaya hidup naik dan lapangan kerja sedikit. Konsumsi lauk terpaksa turun kelas, dari daging sapi ke ayam, bahkan yang awalnya ayam kini pindah ke tempe,” ungkap Karin. (kr2/dre)
Editor : A. Nugroho