Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Omzet Toko Oleh-Oleh di Kota Batu Anjlok, Belanja Wisatawan Kini Hanya Rp200 Ribu Per Bus

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:00 WIB
Pusat Oleh-oleh Buah Tangan Khas Batu & Malang. (Google Maps)
Pusat Oleh-oleh Buah Tangan Khas Batu & Malang. (Google Maps)

 

BATU, RADAR BATU - Lesunya daya beli masyarakat tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga menghantam pusat oleh-oleh di Kota Batu. Pelaku usaha mengaku rata-rata pengeluaran wisatawan untuk berbelanja turun drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya.

General Manager Pusat Oleh-Oleh Buah Tangan, Didik Sulistyo, mengatakan rombongan wisata yang datang menggunakan bus kini tidak lagi menjadi penyumbang omzet besar. 

Meski jumlah kunjungan masih ada, nominal transaksi yang dibelanjakan wisatawan mengalami penurunan signifikan.

BACA JUGA: Reseller Anggrek di Kota Batu Raup Rp 10 Juta per Bulan dari Live Streaming

“Spend per keranjang belanja tamu saat ini sangat merosot dibanding masa lalu,” ujarnya.

Menurut Didik, rata-rata belanja rombongan wisatawan kini hanya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu per bus.

Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi dan tidak sebanding dengan potensi pasar yang pernah dinikmati pelaku usaha sebelumnya.

BACA JUGA: Modal Kebiasaan Sederhana, Ini Cara Ampuh Mengusir Stres dalam Waktu Singkat

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Wisatawan lebih berhati-hati mengeluarkan uang dan hanya membeli kebutuhan yang dianggap penting.

Selain itu, Didik melihat adanya perubahan posisi Kota Batu dalam peta perjalanan wisata nasional.

Jika sebelumnya menjadi tujuan utama liburan, kini banyak wisatawan hanya menjadikan Kota Batu sebagai tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain seperti Bali atau Yogyakarta.

BACA JUGA: 10 Ribu Petani Senior di Kota Batu Justru Paling Melek Digital

“Mereka punya tujuan utama ke Bali atau Jogja, sehingga di Batu hanya mampir saja. Akibatnya, durasi dan nominal belanja mereka di sini tidak bisa maksimal,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet pelaku usaha oleh-oleh yang selama ini mengandalkan belanja impulsif dari rombongan wisata.

BACA JUGA: Harga Sayur-Mayur di Kota Batu Mulai Gila-gilaan

Meski kualitas pelayanan terus ditingkatkan, penurunan daya beli membuat nilai transaksi belum mampu kembali ke level sebelumnya.

Pelaku usaha berharap pemulihan ekonomi dan meningkatnya minat wisata ke Kota Batu dapat mengembalikan tingkat belanja wisatawan sehingga sektor hilir pariwisata ikut kembali bergairah. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#omzet anjlok #dampak rupiah anjlok #pusat oleh-oleh