Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Transaksi Emas di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Anjlok hingga 50 Persen

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:00 WIB

TURUN HARGA: Seorang pelanggan melihat-lihat koleksi perhiasan di Toko Emas Atiga, Pasar Induk Among Tani Kota Batu beberapa hari lalu.
TURUN HARGA: Seorang pelanggan melihat-lihat koleksi perhiasan di Toko Emas Atiga, Pasar Induk Among Tani Kota Batu beberapa hari lalu.

 

BATU, RADAR BATU  - Melemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global memicu kelumpuhan bisnis logam mulia di Kota Batu. Fenomena anjloknya nilai transaksi perhiasan hingga lebih dari 50 persen ini melanda para pedagang emas di Pasar Induk Among Tani hingga kemarin (22/5).

Kemerosotan drastis pada komoditas yang biasa menjadi penyelamat finansial warga ini menjadi sinyal kuat lesunya perekonomian masyarakat menjelang tahun ajaran baru sekolah 2026/2027. Lesunya pasar merata di kedua lini, baik pada segmen penjualan toko maupun pembelian kembali buyback oleh warga.

BACA JUGA: Nikmati Liburan Bintang 5 dengan Pemandangan Pegunungan di Golden Tulip Holland Resort Kota Batu

Siklus musiman akhir Mei yang biasanya ramai aksi melepas perhiasan demi biaya pendidikan anak kini luput dari prediksi. Lapak-lapak pedagang tetap sepi peminat. Toko Emas Atiga di Pasar Among Tani melaporkan penurunan omzet hingga 30 persen.

Tren kelesuan ini mulai terjadi sejak April lalu, tepat saat isu konflik geopolitik dunia mencuat ke permukaan. Isu perang tersebut memicu kepanikan psikologis yang membuat masyarakat memilih menahan uang tunai ketimbang berbelanja.

“Biasanya musim haji dan tahun ajaran baru mendongkrak transaksi. Namun sekarang tidak ada pergerakan signifikan,” keluh pemilik Toko Emas Atiga, Doni. Padahal sebelum memasuki Ramadan, tokonya rutin membukukan transaksi hingga 50 gram emas per bulan.

BACA JUGA: Viral Spanduk Permintaan Maaf di Gerbang Masuk UGM, Ini Fakta-Faktanya

Saat ini harga emas perhiasan fluktuatif mengikuti pasar global. Kini harganya di kisaran Rp 2,2 juta per gram. Kondisi lebih parah dialami Toko Emas Ratna Sari 2. Jika dibandingan dengan periode yang sama 2025 lalu, volume transaksi merosot hingga 50 persen.

Karyawan Toko Emas Ratna Sari 2, Sephia mengungkapkan perhiasan gramasi rendah mulai 0,5 gram seharga Rp 600 ribu kini seret pembeli. “Padahal, kami sudah menyiasati pasar dengan memperbarui model perhiasan sesuai tren remaja saat ini,” tandasnya. (aff/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#transaksi emas anjlok #pasar among tani kota batu #bisnis emas