Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Tahu-Tempe di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Naik Imbas Kedelai dan Plastik Mahal  

Zanadia Manik Fatimah • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:46 WIB
UKURAN SUSUT: Salah seorang pedagang di Zona Sayur Pasar Induk Among Tani hendak meraih potongan tempe yang dijajakannya kemarin (5/5).
UKURAN SUSUT: Salah seorang pedagang di Zona Sayur Pasar Induk Among Tani hendak meraih potongan tempe yang dijajakannya kemarin (5/5).

BATU, RADAR BATU - Ketergantungan pada bahan baku impor kembali memicu efek domino yang memukul rantai pasok pangan masyarakat kelas bawah di Kota Batu. Kenaikan harga kedelai dan plastik kemasan memaksa harga tahu merangkak naik, sementara ukuran tempe di Pasar Induk Among Tani menyusut tajam.

Lonjakan biaya produksi ini mulai mencekik para pedagang sejak akhir April hingga kemarin (5/5). Misnah, pedagang di zona sayur Pasar Induk, menyebut harga eceran tahu menembus Rp 7 ribu per kotak berukuran 500 gram. Harga ini naik dari sebelumnya Rp 6 ribu. Di tingkat produsen, modal kulakan juga naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp5,5 ribu per kotak.

Kenaikannya terlihat tipis, tapi efeknya sangat terasa bagi pengeluaran ibu rumah tangga,” ujar Misnah. Strategi berbeda diterapkan pada tempe. Produsen memilih memangkas ukuran ketimbang menaikkan harga jual secara ekstrem. Fenomena penyusutan porsi ini menjadi siasat logis agar produk tetap terserap pasar.

Baca Juga: Area Parkir Mobil dan Motor di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bakal Dipisah

Harga kulakan tempe dari perajin di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, kini dipatok Rp 4 ribu per potong. Tempe tersebut kemudian diecer dengan harga Rp 5 ribu kepada konsumen. Akar masalah inflasi pangan lokal ini bermuara pada lonjakan harga kedelai.

Sementara, kedelai lokal merangkak ke angka Rp 9,5 ribu per kilogram, naik dari hari sebelumnya di angka Rp 9 ribu. Pukulan lebih telak terjadi pada kedelai impor. Harganya melonjak signifikan dari Rp 12 ribu pada awal April, kini menyentuh Rp 13,3 per kilogram.

Baca Juga: Pengunjung Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani Membeludak

Kendati pasar tengah bergejolak, daya beli masyarakat terpantau stabil. Permintaan kedua lauk pauk tersebut belum menunjukkan tren penurunan. Mutmainah, pedagang lain di lokasi yang sama, membenarkan situasi anomali ini. Transaksi jual beli masih stabil.

“Pembeli tidak berkurang. Tapi, keluhan justru terus datang dari pihak pabrik perajin. Mereka mengeluhkan harga bahan baku yang makin mencekik," tuturnya menutup percakapan. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#tahu tempe #kenaikan harga #kota batu #Pasar Induk Among Tani