BATU, RADAR BATU - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu mulai menunjukkan geliat usaha, meski masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Mulai dari sarana, tenaga kerja, hingga sistem distribusi menjadi tantangan utama.
Di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, koperasi mengembangkan beragam unit usaha. Mulai dari agen air mineral, budidaya ikan bioflok, gerai kopi berbasis sepeda listrik, hingga layanan internet.
Sistem pengelolaan dilakukan berbasis unit usaha. Setiap sektor dipimpin manajer yang didampingi pengurus koperasi. Distribusi pun masih sederhana, menggunakan jasa transportasi online untuk skala kecil dan kendaraan pribadi untuk pengiriman besar.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di KDMP Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Koperasi ini masih berada pada tahap awal dengan keuntungan sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.
Ketua KDMP Dadaprejo Rio Sarwo Wibisono menyebut operasional masih terbatas. Bahkan, gerai belum bisa digunakan dan masih memanfaatkan gudang lama. “Jam operasional juga masih terbatas, dari pukul 09.00 hingga 16.00,” ujarnya.
Unit usaha yang dijalankan meliputi penjualan sembako, gas elpiji, serta layanan keuangan Brilink. Keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan usaha.
Untuk pasokan barang, koperasi bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti ID Food, Bulog untuk beras SPHP, serta jaringan ritel melalui Indogrosir. Secara umum, KDMP di Kota Batu dinilai memiliki prospek positif.
Namun, optimalisasi usaha masih membutuhkan dukungan infrastruktur, penguatan SDM, serta sistem distribusi yang lebih matang. Jika seluruh gerai dapat beroperasi dan didukung fasilitas memadai, potensi keuntungan koperasi desa diperkirakan akan meningkat signifikan.
Editor : Fajar Andre Setiawan