BATU, RADAR BATU - Kinerja awal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu mulai menunjukkan hasil positif, meski belum didukung infrastruktur memadai. Bahkan, koperasi yang beroperasi secara mandiri tanpa gerai tetap mampu mencatatkan keuntungan.
Dalam tiga bulan terakhir, sejumlah KDMP diklaim telah meraup laba hingga Rp11 juta per bulan. Padahal, dari total 24 koperasi yang direncanakan, baru 20 unit yang dibangun dan hanya satu gerai yang benar-benar tuntas.
Baca Juga: Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi, Operasional Mandiri Klaim Laba Sudah Mulai Tampak
Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama. Namun, kondisi itu tidak menghentikan operasional koperasi di lapangan. Ketua KDMP Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Dicky Setiawan, menyebut koperasinya mampu mencatatkan profit antara Rp9 juta hingga Rp11 juta per bulan.
“Ini belum maksimal karena usaha baru berjalan sekitar tiga bulan,” ujarnya. KDMP Bulukerto mengelola empat unit usaha, yakni agen air mineral, budidaya ikan sistem bioflok, gerai kopi berbasis sepeda listrik, serta jasa internet. Sektor perikanan menjadi penyumbang terbesar keuntungan.
Baca Juga: Perkembangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Batu, 7 Desa Masih Terkendala Lahan KDMP
Dengan 46 anggota aktif dan tujuh pengurus, operasional koperasi berjalan secara kolektif. Anggota tidak hanya sebagai pemilik, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional dan pemasaran. Meski masih terbatas, capaian ini menunjukkan potensi ekonomi koperasi desa yang mulai bergerak, bahkan tanpa dukungan fasilitas yang sepenuhnya siap.
Editor : Fajar Andre Setiawan