Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi, Operasional Mandiri Klaim Laba Sudah Mulai Tampak

Zanadia Manik Fatimah • Senin, 27 April 2026 | 14:59 WIB
BELUM RAMPUNG: Beberapa pekerja tampak melaksanakan pembangunan gerai KDMP Mojorejo beberapa waktu lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
BELUM RAMPUNG: Beberapa pekerja tampak melaksanakan pembangunan gerai KDMP Mojorejo beberapa waktu lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Kinerja awal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu diklaim mulai menunjukkan hasil. Dalam tiga bulan operasional, koperasi yang dijalankan secara mandiri tanpa gerai diklaim telah mampu mencatatkan keuntungan hingga Rp11 juta per bulan.

Dari total 24 KDMP yang direncanakan, sebanyak 20 unit telah dibangun. Namun, baru satu gerai yang dinyatakan tuntas. Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama operasional.

Baca Juga: Terungkap, Motif Pengasuh Daycare Little Aresha Ikat Tangan dan Kaki Anak, Polisi: Intinya Tidak Mau Repot

Meski demikian, sejumlah koperasi mulai bergerak mandiri. Mereka memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk menjalankan usaha. Ketua KDMP Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji Dicky Setiawan mengatakan koperasinya mengelola empat unit usaha.

Di antaranya agen air mineral, budidaya ikan sistem bioflok, gerai kopi berbasis sepeda listrik, dan jasa internet. Kontribusi terbesar berasal dari sektor perikanan. “Profit kami berkisar Rp9 juta hingga Rp11 juta per bulan. Ini belum maksimal karena usaha baru berjalan sekitar tiga bulan,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Penelantaran 53 Anak di Daycare Little Aresha hingga Menjadi Viral

Operasional KDMP Bulukerto didukung 46 anggota aktif dan tujuh pengurus. Anggota tidak hanya berperan sebagai pemilik, tetapi juga terlibat dalam operasional dan pemasaran. Sistem pengelolaan dibagi berbasis unit usaha. Setiap sektor dipimpin manajer yang didampingi pengurus koperasi.

Distribusi masih sederhana. Untuk skala kecil menggunakan jasa transportasi online, sedangkan pengiriman besar memakai kendaraan pribadi. Pembagian keuntungan telah diatur melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sebesar 40 persen laba bersih dialokasikan sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi anggota.

Di sisi lain, KDMP Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo masih berada pada tahap awal. Keuntungan yang dicatat berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan. Ketua KDMP Dadaprejo Rio Sarwo Wibisono mengatakan operasional masih terbatas. Jam buka hanya pukul 09.00 hingga 16.00.

Baca Juga: Gerai KDMP Dadaprejo Rampung Dibangun, Operasional Masih Tertahan Kendala Sarpras

“Gerai belum bisa digunakan. Kami masih memanfaatkan gudang lama,” ujarnya. Unit usaha yang dijalankan meliputi sembako, gas elpiji, dan layanan keuangan Brilink. Keterbatasan tenaga kerja juga menjadi hambatan.

Untuk pasokan barang, koperasi bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya ID Food, Bulog untuk beras SPHP, serta jaringan ritel melalui Indogrosir. Jumlah anggota mencapai 101 orang. Sebanyak 51 anggota telah melunasi simpanan pokok dan wajib. Modal awal ditetapkan Rp500 ribu per anggota.

Rapat Anggota Tahunan dijadwalkan pada 26 April. Agenda utamanya memperkuat operasional dan pengembangan usaha. Secara umum, KDMP di Kota Batu menunjukkan prospek positif.

Potensi keuntungan dinilai masih bisa meningkat jika seluruh gerai aktif dan didukung infrastruktur memadai. Optimalisasi komoditas unggulan, keterlibatan anggota, serta perbaikan sistem distribusi menjadi kunci peningkatan kinerja koperasi ke depan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#koperasi desa merah putih #KDMP Kota Batu #dkmp