Harga Plastik Naik, UMKM Tercekik, Pelaku Usaha Cari Alternatif Pengganti

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 17:54 WIB
NAIK: Harga Plastik Naik Mulai Mempengaruhi UMKM di Kota Malang
NAIK: Harga Plastik Naik Mulai Mempengaruhi UMKM di Kota Malang

 

MALANG KOTA - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang menghadapi tekanan berat. Lonjakan harga plastik akibat gangguan rantai pasok global membuat biaya produksi membengkak dan margin kian menipis.

Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan harga yang signifikan. Di toko plastik kawasan Jalan Brigjen Slamet Riadi, Oro-Oro Dowo, harga kemasan melonjak hingga 50 persen. Standing pouch ukuran 20x35 cm misalnya, naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu per slop.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Tawangmangu. Pemilik toko plastik Soeharjo menyebut sejumlah produk bahkan mengalami kenaikan berulang dalam waktu singkat. “Produk thin wall paling parah, bisa naik sampai 80 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan tren kenaikan sudah terlihat sejak Ramadan. Harga yang semula Rp 7 ribu per kemasan, kini menembus Rp 12 ribu. Tingginya permintaan saat momen Lebaran memperparah lonjakan, sementara alternatif pengganti masih terbatas.

Akibatnya, daya beli pelaku usaha kecil ikut tergerus. Jika sebelumnya mampu membeli 5-10 kemasan sekaligus, kini banyak yang hanya mengambil 2-3 kemasan demi menjaga arus kas. Fenomena beli eceran menjadi strategi bertahan di tengah biaya produksi yang terus naik.

Rumiyana, pedagang gorengan mengaku berada dalam dilema. Di satu sisi biaya membengkak, di sisi lain harga jual sulit dinaikkan. “Kalau harga gorengan naik, takut pelanggan lari. Jadi sekarang untung makin tipis, yang penting tetap jalan,” tuturnya.

Tekanan serupa dirasakan Linda, penjual jus. Ia terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup kenaikan biaya kemasan. “Plastik naik, harga buah juga tidak stabil. Mau tidak mau harga ikut naik,” keluhnya.

Lonjakan harga plastik ini dikhawatirkan memicu efek domino pada sektor makanan dan minuman. Jika berlangsung lama, tekanan biaya berpotensi mendorong inflasi di level UMKM. Pelaku usaha berharap ada solusi konkret, baik dari sisi stabilisasi pasokan maupun penyediaan alternatif kemasan yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
hargaplastiknaik umkm plastik harga naik