Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pasokan Menipis, Harga Jeruk di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Tembus Rp 25 Ribu Per Kg

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 16 Desember 2025 | 16:17 WIB
SEGAR: Stok jeruk milik Johan Bambang Irawan, salah seorang pedagang buah di Pasar Induk Among Tani kemarin (15/12).
SEGAR: Stok jeruk milik Johan Bambang Irawan, salah seorang pedagang buah di Pasar Induk Among Tani kemarin (15/12).

BATU - Harga jeruk siam madu di Pasar Induk Among Tani melonjak tajam akibat berkurangnya pasokan. Kemarin (15/12), harga jeruk mencapai Rp25 ribu per kilogram. Harga tersebut nyaris dua kali lipat dibandingkan harga normal yang biasanya berkisar Rp12–15 ribu per kilogram.

Kenaikan harga terjadi seiring berakhirnya masa panen raya jeruk sekitar Agustus lalu. Sejak itu, pasokan dari petani terus menyusut. Otomatis distribusi jeruk ke pasar tidak lagi stabil. Dampaknya, harga jeruk merangkak naik secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Pedagang buah di Pasar Induk Among Tani, Johan Bambang Irawan menyebut harga jeruk sebelumnya masih di kisaran Rp18 ribu per kilogram. Namun, keterbatasan stok mendorong harga naik menjadi Rp20 ribu hingga akhirnya menembus Rp25 ribu per kilogram.

“Sekarang stok makin sulit. Mau tidak mau kami ambil dari luar daerah,” ujar Johan.

Ia mengaku harus mendatangkan jeruk dari Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan barang dagangan.

Harga dari pengepul di daerah tersebut mencapai Rp18 ribu per kilogram untuk jeruk yang sudah disortir. Sementara, harga di tingkat petani di kisaran Rp13 ribu per kilogram untuk jeruk yang belum melalui proses sortir.

Perbedaan harga tersebut dipengaruhi kualitas, ukuran buah, serta tingkat penyusutan selama distribusi. Johan memperkirakan harga jeruk masih akan bertahan tinggi hingga awal tahun depan. Penurunan harga baru diprediksi terjadi sekitar Maret.

“Pada bulan itu (Maret) biasanya sudah masuk musim panen berikutnya. Biasanya harga pelan-pelan mulai turun,” katanya. Di sisi lain, kenaikan harga juga berdampak pada penjualan. Permintaan buah cenderung menurun menjelang akhir tahun.

Konsumen dinilai lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dan kewajiban lainnya. Pengepul jeruk, Eko Rudiantono menyebut keterbatasan stok jadi penyebab utama lonjakan harga. Bahkan, harga jeruk dengan grade terendah di tingkat petani saat ini sudah mencapai Rp10 ribu per kilogram. “Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#melonjak #pasar among tani batu #kota batu #harga jeruk