BATU - Petani apel di wilayah Kecamatan Bumiaji lagi-lagi mengeluhkan penurunan hasil panen. Itu akibat hujan yang terus-menerus mengguyur Kota Batu dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi cuaca lembap membuat banyak buah apel membusuk sebelum dipanen.
Salah satunya dialami Suparti, petani asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Ia mengaku hasil panennya menurun drastis sejak akhir tahun lalu. "Panen pertama pada 2023 bisa dapat 15 ton. Tapi panen ketiga tahun ini hanya satu ton saja," ungkapnya. Suparti merupakan penerus lahan apel milik orang tuanya yang sudah ia kelola sejak 2023.
Dirinya diberi lahan dengan ukuran 21 gawang. Dia tak tahu berapa ukuran dalam satuan meter.
Dirinya menjelaskan, curah hujan tinggi menjadi peny ebab utama turunnya produktivitas. Selain membuat buah mudah busuk, bunga apel juga banyak yang rontok saat hujan turun. "Buahnya busuk di pohon dan cepat menyebar ke tanaman lain. Bunga juga banyak yang tidak jadi buah karena hujan terus," keluhnya.
Busuk buah sendiri disebabkan oleh jamur yang berkembang di kondisi lembap. Gejalanya muncul berupa bercak cokelat pada kulit apel. Itulah yang kemudian meluas hingga daging buah menjadi lembek dan berair. Penyakit ini bisa menyebar ke buah lain dalam waktu singkat, terutama jika pengendalian tidak dilakukan secara rutin.
Suparti mengaku sudah mengeluarkan biaya perawatan sekitar Rp 40 juta. Itu untuk lahannya dalam satu tahun. Meski hasil jauh dari harapan, ia tetap memilih bertahan. "Saya ingin terus memperjuangkan budidaya apel ini. Kalau berhenti, nanti habis semua," ujarnya.
Dengan harga jual sekitar Rp 10 ribu per kilogram, hasil panen kali ini nyaris tak menutup biaya produksi. Dirinya pun mengaku masih berhutang untuk keperluan perawatan lahan miliknya.
Terpisah, Suliyono, petani apel asal Desa Sumbergondo, juga menghadapi persoalan serupa. Saat ini dia memilih menyiasati busuk buah dengan intensitas perawatan lebih tinggi. "Biasanya saya pupuk seminggu sekali, sekarang jadi dua kali. Obat juga saya tambah," katanya.
Meski demikian, Suliyono tetap bersyukur karena saat ini para petani apel masih mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu. Ia berharap pendampingan tersebut bisa membuahkan hasil. "Semoga panen berikutnya lebih baik dan apel bisa kembali melimpah," pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho