BATU - Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersiap memasuki masa purna tugas pada 2026 mendatang. Sebagai bentuk pendampingan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar kegiatan Pemantapan Persiapan Pensiun di Hotel Aston Inn Batu kemarin (3/11).
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membantu ASN menyiapkan diri menghadapi masa pensiun secara matang. Tidak hanya dari sisi administratif tetapi juga psikologis dan sosial. “Persiapan mental sangat penting agar ASN mampu beradaptasi dengan kehidupan baru setelah pensiun,” ujarnya.
Menurut Santi, salah satu tantangan terbesar bagi pensiunan adalah post power syndrome atau kondisi ketika seseorang sulit melepaskan identitas jabatan yang pernah diemban. “Mereka perlu belajar menemukan peran baru dalam kehidupan, tidak terus terikat pada status masa lalu,” katanya.
Selain pembekalan mental, peserta juga mendapat wawasan mengenai peluang wirausaha pascapensiun. Dengan begitu, mereka tak hanya bergantung terhadap dana pensiun saja. Namun, juga produktif secara ekonomi. “Kami dorong mereka membuka usaha atau kegiatan yang bermanfaat agar tetap aktif dan mandiri,” imbuhnya.
Santi menambahkan jumlah ASN yang pensiun tahun depan sedikit menurun dibandingkan tahun ini. Pada 2024 tercatat 130 ASN pensiun sedangkan tahun ini 101 orang. “Untuk 2026 nanti, datanya mencapai seratus orang. Mayoritas dari tenaga pendidik dan pegawai dinas,” jelasnya.
Kekosongan jabatan, lanjut dia, akan segera diisi melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara posisi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) bakal diisi melalui mekanisme shelter.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi masa pensiun. Menurutnya, masa purna tugas bukan akhir pengabdian, melainkan babak baru untuk hidup lebih tenang dan bermakna. “Yang terpenting adalah menjaga semangat hidup, kebahagiaan, dan kesehatan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga mengingatkan ASN untuk memanfaatkan masa pensiun dengan kegiatan positif, seperti beribadah, berolahraga, dan memanfaatkan waktu bersama keluarga. “Pengabdian ASN tidak berhenti di tanggal pensiun. Jejak kerja mereka tetap menjadi bagian dari sejarah kemajuan birokrasi daerah,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho