BATU – Harga cabai besar di Kota Batu kembali melonjak tajam. Sejak kemarin (26/10), harga di tingkat petani tembus Rp 40 ribu per kilogram sedangkan di pasaran sudah mencapai Rp 48-50 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu gagal panen akibat curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir. Banyak cabai membusuk di lahan dan tak layak jual. “Mayoritas busuk karena terlalu banyak air dan angin bikin tanaman roboh,” ujar Zaini, pengepul sayur asal Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.
Menurutnya, kondisi itu juga mengganggu proses penyerbukan. Hujan deras dan angin kencang merusak bunga serta batang cabai. Itulah mengapa hasil panen turun drastis. “Akarnya tergenang air akhirnya tanaman rusak dan buahnya gagal tumbuh,” imbuhnya.
Harga cabai besar yang diambil pengepul kini lebih tinggi dari biasanya. Setelah dijual ke tangan kedua, seperti pedagang di Pasar Sayur Kota Batu atau ke pengecer di Surabaya, harganya naik menjadi Rp 42–45 ribu per kilogram. Di tingkat konsumen, nilainya kembali merangkak.
Sementara itu, harga komoditas lain masih relatif stabil. Cabai rawit misalnya, harganya masih Rp 20 ribu per kilogram dari petani. Sedangkan tomat sayur dihargai Rp 3.500 per kilogram dan tomat buah Rp 4.000.
Namun, beberapa jenis sayuran lain justru anjlok. Misalnya, kol hanya dihargai Rp 1.700 per kilogram, sawi putih dihargai Rp 1.500 per kilogram, dan selada air dihargai Rp 1.000 per ikat. “Kalau hujan terus begini, harga cabai juga mungkin masih bisa naik,” kata Zaini. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho