Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

30 Proyek Senilai Rp 8 Miliar di Bawah Naungan Disperkim Kota Batu Digeber hingga Akhir November

Fajar Andre Setiawan • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:17 WIB
SEDANG BERJALAN: Tumpukan material proyek peningkatan kapasitas drainase di Pasar Induk Among Tani.
SEDANG BERJALAN: Tumpukan material proyek peningkatan kapasitas drainase di Pasar Induk Among Tani.

BATU - Sebanyak 30 proyek fisik di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu ditarget tuntas pada November mendatang. Proyek senilai Rp 8 miliar itu terdiri atas revitalisasi drainase, gorong-gorong, pavingisasi, dan perbaikan plengsengan.

Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Kota Batu adalah Syeh Zaenal Arifin mengatakan sepanjang tahun ini ada 50 proyek yang digeber. Namun, 20 proyek sudah rampung dikerjakan. Tinggal 30 proyek tersisa yang kini sedang kejar tayang. Dia menyebut anggaran masing-masing proyek berbeda-beda. Bergantung besar atau kecilnya proyek.

“Ada yang hanya ratusan juta saja. Ada juga yang sampai milyaran rupiah untuk satu proyek,” jelasnya. Bahkan, Syeh menyebut ada beberapa proyek yang tidak melalui tender. Sebab, nilainya tidak lebih dari Rp 200 juta. Sehingga, dirinya bisa melakukan pengadaan secara langsung alias tanpa lelang.

Dia optimistis pengerjaan selesai tepat waktu pada akhir November nanti. Masa kontrak proyek pun berbeda-beda. Mulai 60-90 hari kerja. Rata-rata proyek sudah mulai dikerjakan sejak Agustus-September lalau. “Kalau proyek perbaikan drainase dan pavingisasi ringan seperti di Desa Oro-Oro Ombo itu hanya perlu waktu 60 hari kerja,” ujarnya.

Sedangkan, proyek besar seperti di Pasar Induk Among Tani butuh waktu pengerjaan selama 90 hari. Apalagi di sana ada dua proyek yakni peningkatan kapasitas drainase dan penggantian talang air. “Terakhir, untuk infrastruktur seperti yang dilakukan di Desa Punten, Kecamatan Bumiji memerlukan waktu 120 hari kerja,” imbuh Syeh.

Syeh menambahkan untuk proyek insfrastruktur di Desa Punten diproyeksikan tuntas pada awal Desember mendatang. Sebab, kontraknya baru dilakukan pertengahan Agustus lalu. Proyek kecil yang saat ini berprogres merupakan hasil dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#proyek #Disperkim #kota batu #revitalisasi #30