Imbas Maraknya Aksi Demonstrasi di Sejumlah Daerah, 28 Rombongan Batalkan Trip Wisata ke Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 9 September 2025 | 16:12 WIB
Pembatalan pariwisata di Kota Batu.
Pembatalan pariwisata di Kota Batu.

BATU - Lesunya angka kunjungan wisatawan di Kota Batu diperparah dengan maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah. Bahkan unjuk rasa penolakan kenaikan tunjangan DPR RI tersebut membuat 28 rombongan wisata membatalkan rencana tripnya ke Kota Batu. Padahal jumlah reservasi trip wisata tahun ini sudah merosot hingga 50 persen dari 2024 lalu.

Kendati kondisi Kota Batu relatif kondusif, wisatawan tampaknya tak ingin mengambil risiko. Sebab, daerah lain di Malang Raya seperti Kota Malang sempat diwarnai ketegangan dan potensi demonstrasi dalam skala besar. Meski akhirnya itu tidak terjadi. Namun, efeknya tetap dirasakan para pelaku usaha pariwisata di Kota Batu. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Rentcar Daerah (Asperda) Jawa Timur Zainudin mengibaratkan kondisi pelaku usaha pariwisata saat ini seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Sebab, tren reservasi trip wisata tahun ini mengalami penyusutan hingga separo jika dibandingkan 2024 lalu. Rata-rata reservasi trip wisata sepanjang Januari-Agustus lalu sebanyak 30 per bulan.

Padahal rata-rata reservasi pada 2024 lalu mencapai 60 trip wisata per bulan. Zainudin menyampaikan Agustus lalu ada 32 reservasi trip wisata. Sayangnya 28 di antaranya akhirnya dibatalkan. “Kebanyakan reservasi yang dibatalkan dari rombongan wisata asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek),” ujarnya. 

Jumlah pembatalan reservasi tersebut merupakan akumulasi dari reservasi yang diterima beberapa pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Asperda. Dia menyampaikan ada satu pelaku usaha yang akhirnya hanya melayani satu dari tiga reservasi yang masuk karena pembatalan secara mendadak dari klien.

“Itu hanya berasal dari wisatawan domestik saja. Kadang kami juga menerima reservasi trip wisata dari Malaysia dan China,” jelas dia. Zainudin menyadari lemahnya ekonomi nasional saat ini menjadi penyebab utama rendahnya angka reservasi trip wisata. Sehingga, dia berharap kondisi ekonomi segera berangung pulih.

Dengan begitu geliat pariwisata di Kota Batu bisa kembali bangkit. Kendati berharap penuh peran pemerintah, dia mengaku tak tinggal diam. Ada sejumlah strategi yang dilakukan untuk menggaet wisatawan. Di antaranya menyediakan paket wisata murah dan pembayaran bisa dilakukan menggunakan sistem cicilan.

Senada dengan itu, Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu Muchamad Dadi juga mengakui penurunan kunjungan wisata memang cukup drastis. Bahkan, peningkatan jumlah kunjungan saat akhir pekan atau momen long weekend pun tidak signifikan. Selain itu, dia juga punya catatan pembatalan kunjungan wisata yang lebih parah.

“Ada sekitar 75 persen malah yang batal trip wisata ke Kota Batu,” jelasnya. Dadi menyampaikan banyaknya event karnaval budaya malah membuat minat wisatawan menurun. Sebab, kegiatan itu diikuti konsekuensi kemacetan yang dihindari pelancong. Dia berharap ada solusi agar kegiatan karnaval bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami gencarkan upaya promosi juga. Misalnya dengan mengikuti pameran ke luar negeri seperti di Malaysia beberapa waktu lalu,” tutur Dadi. Sembari itu, dirinya juga memanfaatkan momen long weekend untuk menarik wisatawan dengan memberikan informasi kondusivitas Kota Batu. Dengan begitu, wisatawan dapat kembali tertarik untuk berkunjung. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
dpr demonstrasi kota batu wisatawan