Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Populasi Kambing di Kota Batu Naik 151 Persen

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 27 April 2025 | 23:23 WIB

CEK BERAT BADAN: Salah seorang peternak sedang melakukan  penimbangan berat badan domba di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.
CEK BERAT BADAN: Salah seorang peternak sedang melakukan penimbangan berat badan domba di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BATU - Populasi kambing di Kota Batu naik 151 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu jumlahnya kini mencapai 15.200 ekor.

Sementara, akhir 2023 lalu popu lasi kambing tercatat 10.054 ekor saja. Kambing sekali gus menjadi hewan ternak yang populasinya terus meningkat dibanding den gan sapi.

Salah seorang peternak kambing di Desa Buluker to, Kecamatan Bumiaji, Mafis Kharisma Ade meng atakan peningkatan popu lasi tersebut terjadi sejak pandemi Covid-19. Se belumnya, kambing hanya digunakan sebagai tabung an saja. Namun, masyara kat sekarang banyak ternak kambing untuk sumber pendapatan utama.

“Karena waktu itu (pan demi) banyak orang yang kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

Baca Juga: Jumlah Peternak Ayam Petelur Kota Batu Berkurang 35 Persen

Pria berusia 35 tahun itu menilai ternak kambing lebih mengun tungkan. Mengingat modal yang dibutuhkan relatif kecil dan risiko kerugian juga rendah. Kendati saat ini harga kambing sedang merosot.

Biasanya satu ekor kambing dibanderol Rp 2,5 juta. Namun, kini pasarannya hanya Rp 2 juta saja per ekor. Itu terjadi sejak pascapemilu beberapa waktu lalu. Untuk itu, strategi pemasarannya saat ini lebih banyak me nyasar end user atau pem beli terakhir. Alias tidak melalui tengkulak.

“Kalau modal cukup Rp 5 juta saja untuk sepasang kambing jantan dan betina,” imbuhnya.

Selain itu, kam bing juga dinilai lebih tahan terhadap penyakit. Misal nya, saat terjadi serangan wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Peternak Sapi Perah di Kota Batu Berharap Diberdayakan dalam MBG

“Jarang ada kambing yang terserang (PMK). Itulah mengapa risiko kerugiannya cenderung rendah,” tegasnya.

Mafis menyampa ikan di desa tempat ia ting gal sekarang setidaknya ada 20 peternak kambing. Pa dahal pada 2020 lalu hanya ada dua orang peternak saja.

“Saya sendiri sekarang sudah punya 60 ekor kam bing,” imbuhnya.

Pria yang juga anggota Kelompok Tani Muda Makmur meny ebut dalam setahun popu lasi kambing bisa mening kat 2-3 kali lipat. Sebab, sekali perkembangbiakan, kambing bisa melahirkan 2-3 ekor. (iza/dre)

 

 

Editor : Aditya Novrian
#naik #populasi #kota batu #peternak kambing