BATU - Momen libur Lebaran turut membuat omzet pedagang Pasar Wisata Dewi Sri meningkat empat kali lipat.
Itu lantaran lonjakan wisatawan saat momen libur panjang tersebut.
Wisatawan dari dan menuju ke Kota Batu banyak yang mampir untuk belanja oleh-oleh di sana.
Salah seorang pedagang, Siti Fatimah mengaku hanya mendapat omzet antara Rp 500 ribu-1 juta pada hari-hari bisa.
Namun, saat momen libur Hari Raya Idul Fitri beberapa hari lalu dia bisa meraup omzet Rp 4 juta per hari.
Dia sangat bersyukur mengingat selama bulan puasa, omzet mereka juga ikut berpuasa alias sepi.
“Kebanyakan wisatawan berasal dari Kediri, Blitar, Madiun, hingga Ponorogo. Itu terlihat dari pelat kendaraan mereka,” ujarnya.
Maklum, pasar yang cukup legendaris itu dilintasi mereka saat pergi maupun pulang.
Wisatawan bisa puas berburu sayur, buah, hingga ubi-ubian di sana.
Pasar wisata itu menyediakan anek jenis sayur dan buah produksi lokal yang lengkap.
Mulai dari brokoli, sawi, hingga sayur pakis.
Penjual di pasar tampaknya sudah paham cara menggaet wisatawan.
Sayur-mayur dikemas semenarik mungkin.
Salah satunya dengan menggunakan plastik wrap agar produk lebih terlihat premium dan higenis.
“Di warung saya yang paling laku ialah ubi-ubian. Seminggu saya bisa menjual hingga satu ton,” ujarnya.
Meski begitu, keramaian pasar wisata itu belum bisa disamakan dengan kondisi saat sebelum pandemi Covid-19.
Sebab, omzet Siti dulu bisa tembus Rp 5 juta dalam sehari.
Selain karena kondisi perekonomian, dia menilai keberadaan tol membuat pengurangan pengunjung signifikan.
Itu membuat wisatawan yang melintasi jalur Batu Kediri juga berkurang.
Otomatis yang mampir ke pasar juga turut merosot.
Itu terbukti dengan semakin minimnya rombongan bus pariwisata yang mampir ke pasar. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian